Peradaban Masyarakat Betawi dan Kedatangan Bangsa-Bangsa Lain Di Jakarta

Peradaban Masyarakat Betawi

Mesjid Agung Al Azhar Kebayoran Baru pada tahun 1970


Pada umumnya orang Betawi beragama Islam. Amat sedikit bilangannya yang beragama lain. Islam masuk ke wilayah budaya Betawi pada tahun 1418 dibawa oleh seorang Melayu Campa, Vietnam, bernama Hasanudin yang kemudian hari dikenal sebagai Syekh Kuraa atau Suyekh Quro.

Syekh Kuraa tidak bersengaja benar datang ke Ujung Karawang, Bekasi. Semula ia bermaksud mengunjungi rekannya sekampung Maulana Malik Ibrahim di Gresik. Malik Ibrahim datang ke tanah Jawa pada tahun 1412.

Setibanya di Ujung Karawang Syekh Kuraa berubah niatnya, lalu menetap di Pulo Kalapa, Karawang. Di sini ia membangun pesantren. Melalui pesantrennya ini Syekh Kuraa menyebarkan Islam. Kisah Syekh Kuraa diuraikan dalam naskah lama yang merupakan sumber sejarah yaitu Babad Tanah Jawi dan Carios Parahyangan.
Karena adanya kesamaan bahasa yaitu bahasa Melayu, maka penyebaran Islam berjalan dengan pesat. Dalam waktu singkat seluruh penduduk di pesisir utara Jawa bagian barat telah memeluk agama Islam.

Sepeninggal Syekh Kuraa pesantrennya dilanjutkan oleh murid-muridnya yang pandai-pandai. Pada masa inilah Prabu Siliwangi berkunjung ke Pulo Kalapa dan bertemu dengan seorang santri puteri Nyai Subang Larang yang kemudian dinikahinya. Dari perkawinannya ini lahir Nyai Lara Santang.

Sebelum memeluk Islam orang Betawi telah mempercayai Tuhan Yang Maha Esa yang disebutnya dengan istilah Yang Kuasa. Mereka juga menjalankan puasa selama 40 hari. Hari terakhir puasa disebut lebaran, yang artinya hari penutupan. Lebaran dirayakan dengan menziarahi makam keluarga dan orang yang dihormati.

Hidup dalam pandangan orang Betawi sebelum memeluk Islam dikatakan untuk mencari keselametan. Dalam rangka mencari keselametan itu dianjurkan untuk memelihara tutur kata yang baik, terutama jika berbicara dengan mereka yang usianya lebih tua.

Pemujaan kepada arwah leluhur merupakan bagian dari ritual Betawi lama yang sekarang sudah amat sedikit yang menjalankannya. Ritual itu berupa memberi sesajen, sajian kepada arwah tersebut.

Upacara yang paling besar dilakukan dalam menyambut 1 Syura. Pada perayaan ini disembelih kerbau dan dipanggil hiburan wayang kulit Betawi.
Wayang Kulit Betawi
Tari Topeng
Dalam upacara yang dipandang luhur juga biasa dipanggil tari topeng. Tari topeng adalah tari pusak. Penari topeng dapat saja menggunakan topeng seperti gambar di atas, tapi juga dapat tanpa topeng sepeti gambar di bawah.
Penari Topeng

Upacara sedekah bumi dilakukan untuk menyambut hari panen raya. Dalam rangka ini diadakan pesta besar dengan mengarak ondel-ondel.
Pesta ondel-ondel pada awal abad XX

Pesta ondel-ondel, begitu juga tari topeng, dan wayang kulit sekarang diadakan untuk hiburan biasa saja, tanpa tujuan spiritual. Tetapi di beberapa tempat di Bekasi tontonan wayang kulit masih diadakan dengan maksud spiritual.

Pesta ondel-ondel sekarang banyak diadakan dalam perayaan khitanan, juga untuk acara-acara yang diadakan oleh pemerintah daerah Jakarta dan Bekasi. Bahkan sekarang ini banyak dijumpai ondel-ondel yang keluar masuk kampung mengamen. Hal mana di masa lalu tidak terdapat.

Kedatangan Bangsa-Bangsa Lain di Jakarta


Potret di sebelah adalah Pharao, Fir'aun, yang sudah menjadi mummie kemudian dengan teknis canggih komputer direkayasa menjadi gambar.

Kalau disimak beberapa perkataan dalam bahasa Melayu-Betawitampak jelas pengaruh bahasa Egypt masuk ke dalam bahasa Melayu-Betawi. Masuknya beberapa kosakata ini tentu akibat perhubungan atau interaksi di masa lalu.
Orang-orang Egypt di masa lalu melakukan   kunjungan, bahkan ada yang menetap, di kawasan Indonesia. Dari bukti-bukti yang didapat berupa sarcophagus, peti jenasah keluarga Pharao yang terbuat dari batu, tak terbantahkan lagi bahwa paling sedikit sejak abad IV Sebelum Masehi orang-orang Egypt, khususnya, dan kawasan Asia Barat telah berkunjung ke Indonesia.

Sarcophagus yang ditemukan itu di Pulau Samosir, Nias, Gianyar, Bali, sebanyak 37 buah, Bima, dan Kalimantan Timur.

Kedatangan orang Egypt, Asia Barat, dan Maori itu pada umumnya karena mencari kayu-kayu wewangian, kapur barus, dan emas yang dihasilkan di Rejang Lebong. Di antara mereka ada juga yang menetap dan beranak pinak di Indonesia.

Resapan kata yang berasal dari Egypt dan Ibrani yang masuk ke dalam bahasa Melayu Betawi seperti di bawah ini adalah bukti linguistik yang tak dapat dielakkan. Ada begitu banyak kata-kata itu, dan yang dimuat dalam buku ini hanya sebagiannya saja.

Aba, Baba, Mba, dari a'ba artinya bapak
Adat, dari dat artinya religi, dalam bahasa Betawi berarti tradisi, atau secara khas diartikan sebagai sifat atau perilaku, misal, Tu anak adatnya jelek betul
Alim artinya kejam, dalam bahasa Betawi berarti sebaliknya, orang yang berbudi, tenang, dan berilmu

Amuk, dari amok artinya (men)dalam, dalam bahasa Betawi bermakna protes dengan kekerasan
Asiya, bergaya, banyak dipergunakan sebagai nama anak perempuan. Ini bukan metatesis, ucapan terbalik, Aishah

Awak dari avak artinya debu, dalam bahasa Betawi bermakna badan atau tubuh tapi dipergunakan untuk pengertian penghalusan, atau berhandai-handai. Karena itu dalam tradisi kerajaan Melayu, seorang rakyat ketika menghadap raja mengatakan, Daulat Tuanku, hamba menghadap di bawah duli Tuanku. Duli artinya debu yang ada di alas sepatu raja. Dalam kaitan ini perlu ditambahkan, perkataan perduli berasal dari amperduX\, maknanya serupa debu sepatu.

Bisul, dari bishul artinya matang, dalam bahasa Betawi dipergunakan untuk makna pembengkakan di bagian tubuh yang bernanah.

Nora artinya gemerlap, dalam bahasa Betawi berarti berlebihan, atau tak patut

Busyet artinya bukan Tuhan, dalam bahasa Betawi menjadi kata seru keterkejutan

Dewek dari de'vek (dibaca dewek) artinya melekat, dalam bahasa Betawi bermakna diri sendiri, misal pan lu dewek yang kepengen, gua mah kaga, pan kamu sendiri yang mau, saya sih tidak.
Gerus, dari gerush artinya mengusir, dalam bahasa Betawi artinya hajar, atau sikat

Imut-imut, dari imut artinya perseteruan, dalam bahasa Betawi dipergunakan sebagai kata pengharapan jangan sampai hal yang buruk terjadi pada yang bersangkutan
Keren artinya sinar, dalam bahasa Betawi bermakna berpenampilan tampan
Kole-kole, berasal dari kol, suara. Dalam bahasa Betawi dipergunakan dalam pelajaran tajwid dalam arti suara pengucapan 
Kubur, dari kubur yang artinya kubur

Kumkum artinya uap, dalam bahasa Betawi menjadi berendam di air
Liskol, dari lishkol artinya penyeimbang, atau pemantas, dalam bahasa Betawi artinya iket (kepala), atau setangan, yang terbuat dari batik.

Batik bahasa Ibrani yang semula berarti bungkusan pakaian (buntelan). Alat pembungkus pakaian dahulu juga menjadi aksesori yang menentukan kelassosial seseorang dalam masyarakat. Seperti halnya sekarang tas tangan.
Matayari, Egypt, artinya matahari
Merbot, dari marabout, artinya pengurus mesjid. Marabout tidak mutlak Egypt, perkataan ini dipergunakan di negara-negara lain Afrika Utara
Messigiet artinya rumah ibadat dalam arti umum, dalam bahasa Betawi mesjid
Modin, dari modiin, juru penerang, perkataan ini tidak lazim dipergunakan dalam bahasa Melayu Betawi. Modin dalam arti pengurus mesjid dikenal di kalangan penutur bahasa Sunda, tetapi di daerah 'perbatasan' Sunda-Betawi modin lebih dikenal dari merbot
Na, silakan, dalam bahasa Betawi bisa dipergunakan menyambut tamu, misal, Na duduklah
Nok, dari tinok, bayi perempuan. Dalam bahasa Betawi panggilan untuk anak perempuan
Ogen, dariogen yang artinya jangkar, dalam bahasa Betawi dipergunakan untuk menyebut inisial ghain dalam script Arab. Disebutogen karena bentuknya seperti jangkar.

Ome-ome, dari omek artinya kedalaman, dalam bahasa Betawi bermakna mengutak-atik

Pituah, dari pitu'akh artinya pengembangan (kepribadian), dalam bahasa Betawi dipergunakan dalam arti wejangan yang bersifat spiritual dari seorang guru atau aki.

Ragilartinya teratur, dalam bahasa Betawi artinya bias.

Reges, dari meragesh artinya menggairahkan, dalam bahasa Betawi dipegunakan dalam makna sebaliknya yaitu untuk pokok kayu yang tua, dalam bahasa Sunda ragas. Di Jakarta ada nama kampung Asem Reges. Di Morocco ada kota bernama Maracesh.

Resi, dari rashi, pemimpin, atau kepala, kata resi dalam bahasa Betawi berarti ahli agama.
Ruhani, dari rukhani, spiritual

Rukiah, dari raki'ah, langit. Ini banyak dipergunakan sebagai nama anak perempuan, tidak saja di wilayah budaya Betawi. Seorang perempuan Betawi Rukiah, adalah bintang film terkenal tahun 1939-1941.
Sabun, dari sabon yang artinya pelicin. Istilah uang sabun digunakan dengan makna uang pelicin, sogokan. Nyabun dulu bermakna terima sogokan, sekarang maknanya onani.
Sedekahan, dari tsdeka, beramal. Dalam bahasa Betawi perkataan ini dipergunakan untuk acara berdoa bersama yang diakhiri dengan makan bersama. Kemudian hari setelah datang pengaruh Gujarat pada awal XVIM, muncul perkataan kenduri yang berasal dari bahasa Gujarat khanduri. Inilah satu-satunya bahasa Gujarat yang masuk dalam lexicografi Melayu

Sembayang, berasal dari shem, doa. Sembayang morfologi sem dan bayang, bukan dari sembah dan hyang sebagaimana dipekirakan selama ini. Bayang, bukan sesuatu yang phisikal. Bayang tak terjangkau, atau pencitraan.
Semene dari tschemenei artinya delapan, dalam bahasa Betawi menjadi bawahan. Ini adalah istilah keagamaan. Ritual kepercayaan Judeo-Malayalam dipimpin oleh seorang perempuan yang dinamakan busyet dan dibantu oleh delapan perempuan lain yang dinamakan busyet semene.
Sipo'a atau cipo'a, berasal dari tsavu'a artinya munafik, dalam bahasa Betawi bermakna bohong
Taksir, dari taktsir artinya abstrak, atau abstraksi, dalam bahasa Betawi naksir bermakna ketertarikan kepada lawan jenis, atau komoditas perdagangan, tetapi tidak dinyatakan terbuka.
7ora/7,dariTorah (Taurat), dalam percakapan disebuttorahan, bandingkan dengan Yaasin dan yaasinan. Mengalami proses pemendekan menjadi toran. Pemendekan, atau pemanjangan, merupakan ciri linguistik bahasa Melayu. Toran banyak dipergunakan sebagai nama anak laki-laki.

We, dari ve (dibaca we) artinya dan begitulah, dalam bahasa Betawi dipergunakan sebagai kata penutup kalimat, misal Lupan ude makan masa'mau makan lagi, we
Kedatangan orang-orang Egypt, Asia Barat, dan Polynesia terjadi pada masa sebelum Masehi. Bangsa Cina datang di Sumatra pada abad III Masehi, bangsa India (utara) datang di Jawa bagian barat dan mendirikan kerajaan Tarumanagara pada abad IV Masehi, dan datang di Sumatra bagian selatan pada abad IV Masehi juga. Mereka mendirikan Kerajaan Sriwijaya.
DAFTAR ISI
  1. Pribahasa Menunjukan Sifat Yang Diturunkan Kepada Anak
  2. Pribahasa dalam Mengungkapkan Sesuatu Yang Memiliki Makna
  3. Pribahasa Dalam Bahasa Minang
  4. Kegiatan Wirausaha Kerajinan Budaya Nonbenda.
  5. Kata - Kata Motivasi Belajar
  6. Mengetahui Cara Produksi Budidaya Tanaman Pangan
  7. Buat Kamu Yang Cari Artikel Tentang Pramuka
  8. Berwirausaha Kerajinan Budaya Nonbenda
  9. Alat Pencernaan Pada Manusia
  10. Macam-macam Organ Penyusun Sistem Gerak Pada Manusia
  11. Pengertian Wirausaha Menurut Pakarnya
  12. Pemasaran Langsung Kerajinan dengan lnspirasi Budaya Nonbenda
  13. Kelainan dan Penyakit Pada Ginjal
  14. Majas atau gaya bahasa terdiri dari beberapa macam
  15. Bahan yang Digunakan pada Pembuatan Rendang
  16. Cabang Olahraga Atletik Lari Meraton
  17. Teknik Gerakan Lempar Cakram
  18. Olahraga Beladiri Pencak Silat
  19. Produk Teknologi Transportasi dan Logistik
  20. Mengasah Kreativitas dan Keterampilan Semenjak Sekolah
  21. Jenis-Jenis Zat Yang Berbahaya
  22. Cara Pemasaran dan Pengembangan Budidaya Tanaman Pangan
  23. Makna Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  24. Mengembangkan dan Mendalami Ilmu Tentang Tuhan
  25. Pengertian Iman Kepada Rasul, Tugas-Tugas Rasul, Nama-nama Rasul 
  26. Pengertian dan Ciri-ciri Sifat Munafik
  27. Pengertian, Ciri-ciri Dan Bahaya Sifat Takabur
  28. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Kebutuhan Hidup Manusia
  29. Pentingnya Mengetahui Binatang Yang Halal Dimakan dan Binatang Yang Haram Dimakan
  30. Puisi Reruntuhan Kedaton, Yang Dibungkus, Gunung Wurung, Demi Obituari 
  31. Surat Lamaran Kerja Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia
  32. Mengetahui Pengertian Dialog Interaktif
  33. Percakapan Berpamitan Dalam Bahasa Inggris
  34. Tugas Membuat Kerangka dan Sinopsis Novel
  35. Percakapan Bahasa Inggris - Indonesia Suasana Pagi Hari
  36. Memperkenalkan Diri Dalam bahasa Inggris
  37. Contoh Kata Sambutan Panitia Penyelenggara Maulid Nabi saw.
  38. Kata Sambutan Perwakilan Mempelai Putri
  39. Kata Sambutan Dari Perwakilan Calon Mempelai Pria
  40. Mencari Peluang Bisnis Sampingan Saat Sekolah
  41. Pengertian ekspor Ekspor dan Pemberitahuan Pabean Ekspor
  42. Adaptasi Organisme Terhadap Lingkungan
  43. Alat-Alat Ekskresi Yang Ada Pada Manusia
  44. Ciri-Ciri Lagu Daerah Nusantara seperti Bahasa Daerah, Alunan dan Melodi
  45. Ciri-ciri Negara Maju dan Negara Berkembang
  46. Wirausaha Modifikasi Makanan Khas Daerah
  47. Kewirausahaan Bahan Nabati Dan Hewani Menjadi Makanan Khas Daerah
  48. Wirausaha Kerajinan Bahan Lunak
  49. Perhitungan Biaya Makanan Awetan dari Bahan Nabati
  50. Sistem Pengolahan Makanan Awetan dari Bahan Nabati 
  51. Kewirausahaan dalam Bidang Pengolahan Bahan Makanan
  52. Perhitungan Biaya Budidaya Tanaman Pangan
  53. Penghitungan Biaya Produksi Produk Teknologi Transportasi dan Logistik
  54. Perencanaan Usaha Produk Teknologi Transportasi dan Logistik
  55. Bentuk-Bentuk Hubungan (Interaksi) Sosial
  56. Pengertian serta Contoh Adab Makan dan Minum
  57. Macam-macam Gaya dan Teknik Renang Mulai dari Gaya Punggung, Gaya Dada Serta Gaya Bebas
  58. Bagaimana Cara Untuk Presentasi Proposal Usaha Kerajinan Hias
  59. Unsur Estetika dan Ergonomis Produk Kerajinan Pakai dari Limbah
  60. Peluang Usaha Menyulap Ban Bekas Menjadi Produk Bemilai Ekonomis
  61. Pengelolaan Sumber Daya Produksi Usaha Kerajinan Pakai dari Limbah
  62. Kerajinan Tas dari Limbah Kemasan Kopi
  63. Isi Propoposal Yang Formal dan Penyebab Kegagalan Dalam Sebuah Proposal
  64. Jenis Gerakan Senam Lantai, Senam Ketangkasan, Senam Aerobik
  65. Sistem Hormon dan Kelenjer Endoktrin pada Tubuh Manusia
  66. Pengertian Kebugaran Jasmani dan Joging
  67. Gaya Remaja Yang Sehat
  68. Membuat Magnet dengan Induksi Magnetik
  69. Pengertian dan Aspek-aspek Dalam Pencak Silat
  70. Pengertian, Teknik Dasar dan Gaya Dalam Lempar Lembing
  71. Pengertian, Peralatan dan Lapangan Permainan Bulu Tangkis 
  72. Teknik Melempar Bola, Teknik Menangkap Bola, Teknik Membawa Bola dalam Permainan Bola Tangan
  73. Pengertian, Peralatan serta Lapangan Permainan Bola Tangan
  74. Wirausaha Kerajinan Tangan Dari Bahan Sabun
  75. Pembagian Seni terdiri dari Seni Audio, Seni Visual, Seni Audiovisual 
  76. Seni Bukan Sembarangan Seni, Melainkan Punya Fungsi dan Tujuan
  77. Seni Rupa Terdiri Dari Seni Murni, Seni Pakai, Seni Grafis, Seni Keramik, Desain Produk, Desain Arsitektur
  78. Setiap Daerah Memiliki Keunikan Seni Karya Tersendiri seperti Keunikan Tema, Keunikan Bentuk, Bentuk Figuratif, Bentuk Abstraktif, Bentuk Abstrak, Keunikan Makna
  79. Bentuk Gambar Seni Rupa, Bentuk Kubistis, Bentuk Piramid, Kerucut, Bulat, Tak Beraturan
  80. Kumpulan Cerita Legenda Rakyat Yang Berbekas
  81. Peralatan, Media Menggambar, Bidang Gambar, Pensil, Paster, Cat Air, Cat Poster, Pewarna Alam, Pewarna Kue, Palet, Kuas
  82. Seni Membatik dan Batik Rafa'iyah
  83. Zat Berbahaya yang Terkandung dalam Rokok
  84. Penyebab Terjadinya Kebakaran seperti Korsleting Listrik, Api Rokok, Kompor, Membakar Sampah, Obat Nyamuk Bakar, Bahan Peledak, Kecelakaan Kendaraan, Sambaran Petir dan Akibat Yang Ditimbulkan Kebakaran
  85. Penyebab dan Penanggulangan Bahaya Banjir
  86. Pengetahuan Mitos dan Genetika, Pembauran Genetika
  87. Kromosom dan Gen Sebagai Faktor Pembawa Sifat
  88. Tujuh Macam Jenis Kecerdasan
  89. Sistem indera Pada Manusia dan Hewan
  90. Sistem Koordinasi Dalam Tubuh Manusia Meliputi Sistem Saraf, Indera, Hormon
  91. Pengaruh Kehidupan Keluarga Dalam Pembinaan Nilai Moral
  92. Museum Wayang Di Jakarta
  93. Museum Seni Rupa dan Keramik di Jakarta
  94. Museum-Museum Milik Pemerintah DKI Jakarta
  95. Museum Nasional dan Museum Daerah
  96. Arti dan Kegunaan Museum
  97. Mengenal Tanda Kekerasan dan Pelecehan Seksual
  98. Memilih Sekolah Menurut Jenjang Pendidikan
  99. Contoh Tex Pidato MC Acara Ulang Tahun
  100. Konsep Naskah MC Acara Pengajian Rutin Bulanan 
  101. Naskah Untuk MC Acara Pernikahan (Walimatul 'Ursy)
  102. Peta Sumatera dan Berikut Provinsinya
  103. Naskah Pembawa Acara Maulid Nabi Muhammad SAW.
  104. Text Pidato Pedoman Untuk MC Walimatul Khitanan
  105. Pengertian, Hakikat, dan Macam-Macam Demokrasi
  106. Susunan Acara Perpisahan Sekolah 
  107. Makalah Tata Boga Lauk Pauk Khas Betawi 
  108. Pemeriksaan Dokumen dan Fisik Barang Ekspor
  109. Membaca Komponen Peta dan Atlas
  110. Sistem Ekskresi Manusia
  111. Belajar Karya Seni Kriya Indonesia
  112. Ekspresi Seni Rupa Terapan Daerah Setempat
  113. Teknik Teknik dalam Menggambar Bentuk
  114. Reproduksi atau Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif Alami dan Buatan
  115. Pengantar Komunikasi "Kebutuhan Promosi untuk Berkomunikasi"
  116. Perkembangan Komunikasi Jarak Jauh Melalui Satelit
  117. Ilmu Komunikasi Yang Perlu Dipelajari, Komunikasi sebagai Seni, Ilmu, dan Lapangan Kerja
  118. Ruang Lingkup Komunikasi, Pengertian Komunikasi
  119. Unsur-unsur Komunikasi Meliputi Sumber, Pesan, Media, Penerima, Pengaruh, Tanggapan Balik dan Lingkungan
  120. Tipe Komunikasi, Komunikasi dengan Diri Sendiri (Intrapersonal Communication)
  121. Komunikasi Antarpribadi (Interpersonal Communication)
  122. Komunikasi Publik (Public Communication), Komunikasi Massa (Mass Communication)
  123. Pemanfaatan Mikroorganisme dalam Bioteknologi, Kultur Jaringan (Tissue Culture), Hidroponik, dan Aeroponik
  124. Listrik Statis, Gaya Listrik, Muatan, Listrik, Elektroskop, Muatan Positif, Muatan Negatif
  125. Gaya Elektrostatis, Medan Listrik, Elektroskop 
  126. Gejala dan Penerapan Listrik Statis, Petir (halilintar), Ledakan atau kebakaran tangki minyak, Generator Van de Graaff, Penggumpal asap, Pengecatan mobil, Mesin fotokopi, Printer inkjet
  127. Listrik Dinamis, Muatan dan Arus Listrik, Kuat Arus Listrik
  128. Pengertian Teks Sastra dan Teks Nonsastra, Level Bahasa nonsastra, Menentukan Makna Kata/Kalimat pada Teks
  129. Pengertian, Fungsi, Model, Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM/HRIS)
  130. Definisi Permainan dan Olahraga Bola Besar, Sepak Bola, Hakikat Sepak Bola, Teknik Menendang Bola
  131. Safety Operation, Kepemimpinan Dalam K3LH, IBPR dan Job Safety Analysis
  132. Definisi Job Safety Analysis (JSA), Waktu Review JSA, Critical Activity pada aktivitas OB Management
  133. Rambu Peringatan, Rambu Larangan, Rambu Perintah,  Informasi Umum
  134. Definisi Supervisi, Target Supervisi Operasional
  135. Geologi Dasar, Pembentukan Batubara dan Kualitas Batubara
  136. Jenis Batuan, Batuan Sedimen, Batuan Metamorf, Batuan Malihan
  137. Pembacaan Peta, Fungsi Peta, Tujuan Pembuatan Peta, Macam-Macam Peta
  138. Dasar-Dasar Pemboran, Metode Pemboran
  139. Menelusuri Peradaban Awal di Kepulauan Indonesia
  140. Bagaimana Terbentuknya Kepulauan Indonesia, Proses Evolusi Bumi
  141. Mengenal Manusia Purba, Sangiran, Trinil, Jenis Meganthropus, Jenis Pithecanthropus, Jenis Homo, Manusia Wajak, Manusia Liang Bua, Perdebatan Antara Pithecantropus ke Homo Erectus
  142. Asal Usul dan Persebaran Nenek Moyang Bangsa Indonesia
  143. Puisi Tentang Keindahan Alam, Nyanyian Seorang Petani
  144. Perkembangan Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Penjajahan Jepang
  145. Pengertian dan Latar Belakang Munculnya Pergerakan Nasional Indonesia
  146. CONTOH CERPEN SELAMA PKL  DI PT. BINTANG TOEDJOE
  147. Perkembangan Awal Akuntansi,  Sejarah Akuntansi, Perkembangan Akuntansi Syariah, Hubungan antara Akuntansi Modern dan Akuntansi  Syariah
  148. Pengertian Anggaran, Perbendaharaan, dan Akuntansi
  149. Perguruan Tinggi mana yang Mendapatkan Gaji Tertinggi?
  150. Sejarah Masyarakat Betawi, Asal Nama Betawi, Orang Betawi, Mande-Mande, Wilayah Budaya Masyarakat Betawi,  Sejarah Kota Jakarta Sejak Berdirinya Pelabuhan Kelapa 
  151. Kerajaan-Kerajaan Bawahan di Jakarta dan Sekitarnya
  152. Peradaban Masyarakat Betawi dan Kedatangan Bangsa-Bangsa Lain Di Jakarta
  153. Humor Betawi
  154. Penjajahan Belanda dan Perlawanan Rakyat Jakarta
  155. Sejarah Pemberontakan Tanah Tinggi Tangerang 1924
  156. Sejarah Pemberontakan Petani dan Ratu Adil
  157. Pendekar Bangsa M. Husni Thamrin, Putera Betawi
  158. Tanggapan Media Tentang Muhammad Husni Thamrin
  159. Husni, Bung Karno, Tan Malaka dan Si Entong
  160. Cara Berpidato Yang Baik Dan Menggetarkan Audiens, Contoh Pidato Bahasa Indonesia
  161. Naskah Pidato Tauhid Dalam Islam
  162. Motivasi Penyemangat Belajar
  163. Memahami Pengertian Seni Rupa
  164. MAKALAH MIKROBIOLOGI DAN PARASITOLOGI PANGAN FERMENTASI COKELAT
  165. Pribahasa Dalam Kehidupan Sehari-hari, Nasehat, Peringatan, Tata Krama
  166. Pengertian, Tujuan, Manfaat, Fungsi Jenis-Jenis Teks Editorial
  167. Cara Mengamankan, Memelihara, Merawat Alat Tulis Kantor, Mesin, Komputer, Laptop, Printer, Scanner, Mesin Fotokopi, Meja Kantor
  168. Pengertian Media Pembelajaran, Manfaat Media Pembelajaran , Fungsi Atensi, Afektif, Kognitif, Kompensatoris, Tujuan Informasi, Audio Visual
  169. Pengertian Gambar Kerja | Fungsi Gambar Kerja | Tujuan Gambar Kerja
  170. Surat Pribadi, Surat Resmi, Surat Niaga, Surat Niaga Internal, Surat Niaga Eksternal, Surat Dinas, Surat Sosial, Surat Lamaran Pekerjaan, Surat Elektronik