Perkembangan Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Penjajahan Jepang

Perkembangan Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Penjajahan Jepang

1 April 1943, Berdirinya Keimin Bunka Shidoso (pusat kebudayaan di Jakarta).  1944, Osamu Seirei (penertiban sekolah-sekolah swasta)

Sejak kedatangannya di Indonesia, Jepang terus berusaha untuk menarik simpati rakyat Indonesia melalui propaganda yang dikenal dengan Gerakan 3A. Dengan giat dan penuh semangat, Jepang mempropagandakan gerakan tersebut melalui berbagai media, seperti media pers. Bahkan, Jepang tidak tanggung-tanggung untuk memberi komisi yang besar bagi pers pribumi maupun pers Belanda yang mau mempropagandakan gerakan tersebut. Dalam propagandanya, Jepang menerangkan bahwa negara yang dimasukkan dalam lingkungan Asia Timur Raya adalah negara terbelakang yang akan mendapat bantuan dari Jepang.

Dalam catatan perjalanan sejarah bangsa Indonesia, penjajahan Jepang merupakan masa penderitaan bagi bangsa Indonesia. Dampak yang ditimbulkan penjajahan Jepang, baik yang bersifat positif maupun negatif tampak pada berbagai aspek kehidupan.

1. Perkembangan Pendidikan


Kegiatan pendidikan pada zaman pendudukan Jepang mengalami perubahan dan penurunan secara drastis, baik dalam jumlah sekolah, murid, maupun guru. Jika pada masa pemerintahan kolonial Belanda banyak dibangun sekolah-sekolah pada masa penjajahan Jepang hal tersebut diabaikan. Dua lembaga pendidikan yang pernah dibangun dan dirancang pada masa pemerintahan kolonial Belanda ditiadakan kemudian diganti dengan pendidikan dasar yang hanya satu macam saja dengan lama pendidikan enam tahun. Bagi bangsa Indonesia, di satu sisi apa yang dilakukan pemerintah Jepang memberikan keuntungan, terutama penghapusan diskriminasi yang sebelumnya selalu melekat dalam setiap aspek kehidupan. Namun di sisi lain, apa yang dilakukan Jepang pada dasarnya telah menghambat bagi perkembangan pendidikan.

Sistem pengajaran dan kurikulum yang digunakan pada sekolah-sekolah semasa penjajahan Jepang disesuaikan dengan kepentingan perang. Melalui pendidikan yang diterapkannya, Jepang bermaksud untuk mencetak kader-kader yang akan mempelopori dan merealisasikan konsepsi ’’Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya.” Untuk mewujudkan kepentingannya, Jepang melakukan hal-hal berikut.
  • Jepang mewajibkan para siswa untuk mengikuti pelatihan dasar kemiliteran.
  • Penjajah Jepang menanamkan semangat Jepang kepada para siswa.
  • Jepang mewajibkan para siswa untuk menghafal lagu kebangsaan Jepang.
  • Para guru diharuskan mengikuti kursus bahasa Jepang dan diwajibkan untuk menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk kepentingan mengajar.
  • Jepang mengindoktrinasi para guru melalui berbagai latihan bagi guru-guru di Jakarta.
  • Jepang melarang penggunaan bahasa Belanda dan mewajibkan penggunaan bahasa Indonesia. Dalam hal ini, bahasa Indonesia dijadikan sebagai bahasa pengantar dalam pendidikan.
  • Para siswa diwajibkan mengumpulkan bahan-bahan untuk perang, menanam bahan makanan, membersihkan asrama, dan memperbaiki jalan-jalan.

Pada intinya, lembaga pendidikan masa pendudukan Jepang dipandang sebagai tempat indoktrinasi Jepang. Konsepsi Jepang dalam pendidikan adalah melalui pendidikan dibentuk kader-kader yang dapat meneruskan atau mewujudkan cita-cita Jepang dalam mewujudkan “Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya.” Kemakmuran bersama Asia Timur Raya tersebut bisa tidaknya diwujudkan bergantung pada kemenangan Jepang dalam “Perang Asia Timur Raya.” Oleh karena itu, Jepang berpandangan bahwa segala aktivitas rakyat Indonesia, termasuk dalam bidang pendidikan harus tetap ditujukan pada kepentingan perang tersebut.

Selain melakukan upaya-upaya yang telah disebutkan, dalam bidang pendidikan Jepang kembali membuka sekolah-sekalah yang pernah diselenggarakan pada masa pemerintahan kolonial Belanda. Selain itu, pemerintah Jepang juga memberikan izin kepada sekolah-sekolah swasta untuk kembali beroperasi. Sekolah swasta yang semula berada dalam asuhan gending, kembali dibuka dengan catatan langsung diselenggarakan oleh pemerintah Jepang layaknya sekolah negeri. Izin kebebasan bagi sekolah-sekolah swasta baru ada setelah dikeluarkannya Osamu Seirei No. 22/2604 pada 1944. Osamu Seirei tersebut pada intinya adalah mengenai penertiban sekolah-sekolah swasta, sementara izin buka untuk sekolah swasta baru diberikan kepada Jawa Hokokai. Adapun sekolah swasta lain hanya diizinkan untuk membuka sekolah kejuruan dan bahasa. Beberapa perguruan tinggi seperti, Perguruan Tinggi Kedokteran (Ika Daigaku) di Jakarta, dan Perguruan Tinggi Teknik (Kogyo Daigaku) di Bandung).

2.  Perkembangan Bahasa


Adanya larangan pemerintah Jepang untuk menggunakan bahasa Belanda dalam berbagai kesempatan, telah memberi peluang yang besar bagi perkembangan bahasa Indonesia. Pada waktu itu, baik orang Belanda maupun orang Indonesia tidak diperbolehkan memakai bahasa Belanda dan diharuskan untuk menggunakan bahasa Indonesia. Larangan penggunaan bahasa Belanda tersebut benar-benar keras. Toko-toko, rumah makan, perusahaan, dan perkumpulan yang ditulis dengan menggunakan bahasa Belanda harus diganti dengan bahasa Indonesia. Begitu juga dengan film atau judul drama yang menggunakan bahasa Belanda dilarang peredarannya.

Selain melarang penggunaan bahasa Belanda, penjajah Jepang juga memperkenalkan bahasanya secara terbuka pada masyarakat Indonesia. Berbeda dengan pemerintah kolonial Belanda yang hanya mengajarkan bahasa Belanda pada sekolah atau golongan tertentu, bahasa Jepang diajarkan di setiap sekolah. Bahasa Jepang juga diperkenalkan kepada setiap kalangan masyarakat.

Penggunaan bahasa Jepang, selain dipopulerkan lewat pembelajaran di sekolah, juga diperkenalkan melalui media surat kabar. Dengan banyak ditutupnya surat kabar berbahasa Belanda, Jepang menerbitkan gantinya surat kabar dengan menggunakan bahasa Jepang. Sebagai contoh surat kabar Karna Jawa Shinbun merupakan surat kabar dengan menggunakan bahasa Jepang dengan huruf katakana. Begitu juga surat kabar lainnya yang diterbitkan pemerintah Jepang, semuanya menggunakan bahasa Jepang. Di samping menyebarkan dan memperkenalkan bahasa Jepang di Indonesia, Jepang juga berusaha untuk mempelajari bahasa Indonesia. Hal ini secara tidak langsung semakin mendorong perkembangan bahasa Indonesia.

3. Perkembangan Karya Sastra


Perkembangan sastra pada masa pendudukan Jepang berbeda dibandingkan perkembangan sastra pada masa kolonial. Mengingat pendudukan Jepang yang berada dalam kondisi peperangan, sastra pada saat itu berupa cerita dan sajak-sajak bertujukan untuk menimbulkan semangat dan menyebarkan semangat patriotisme.

Pemerintah pendudukan Jepang menganjurkan karya sastra harus ditujukan ke arah usaha memenangkan "Perang Asia Timur Raya." Akibatnya lahir karya-karya sastra yang bersemangat sesuai dengan cita-cita perjuangan rakyat Indonesia. Pemerintah pendudukan Jepang mengarahkan agar karya-karya seniman tersebut jangan menyimpang dari tujuan Jepang sehingga dilakukan langkah-langkah berikut.

  • Mendirikan sebuah pusat kebudayaan pada 1 April 2603 (1943) di Jakarta, yaitu Keimin Bunka Shidoso.
  • Penyiaran hasil karya Pujangga Baru, begitu mereka tiba di Indonesia, segera dihentikan oleh pihak Jepang.
  • Di dalam Keimin Bunka Shidoso, kegiatan sastrawan dapat diawasi oleh Jepang.
Keimin Bunka Shidoso didirikan untuk memimpin dan mengawasi budaya umum untuk meningkatkan derajat (mutu) budaya rakyat asli.

Beberapa karya sastra yang digunakan untuk menambah semangat berkorban untuk kepentingan Asia Timur Raya, di antaranya Tjinta Tanah Sutji, karangan Nur Sutan Iskandar, Palawidja karangan Karim Halim, dan Angin Pudji karangan Usmar Ismail.

Adapun karya sastra yang tidak mendukung kepentingan Jepang tidak boleh terbit dan beredar. Sebagai contoh adalah sajak Chairil Anwar yang berjudul Siap Sedia.

Selama pendudukan Jepang, sandiwara sebagai bagian dari seni pertunjukan, mendapat fasilitas serta kebebasan bergerak oleh pemerintah Jepang. Sandiwara yang berfungsi sebagai penerangan ataupun sebagai hiburan untuk rakyat, misalnya sandiwara Bintang Surabaja, Tjahaya Timur, Wamasari, dan Miss Tjitjih.

Mengenai kegiatan seni musik Cornel Simanjuntak, menciptakan beberapa lagu, antara lain Tanah Tumpah Darahku yang menggambarkan rasa cinta terhadap tanah air. Begitu juga dengan lagunya Maju Putra-Putri Indonesia yang membangunkan semangat kesadaran bangsa Indonesia. Beberapa pengarang yang lahir pada masa pemerintahan pendudukan Jepang, antara lain Maria Amin, Rosihan Anwar, dan El Hakim.

4. Perkembangan Media Komunikasi Massa


Pada masa pendudukan Jepang, semua media komunikasi massa, seperti surat kabar, majalah, kantor berita, radio, film, dan sandiwara dikuasai oleh Jepang. Melalui media komunikasi tersebut, pemerintah Jepang mengkampanyekan berbagai propaganda yang pada dasarnya ditujukan untuk memenuhi kepentingan Jepang.

Surat kabar dan majalah yang terbit tanpa izin istimewa, tetapi berada dalam pengawasan badan-badan sensor yang disebut Jawa Shinbunkai. Pikiran-pikiran atau tulisan-tulisan yang tidak selaras dan bahkan merugikan kepentingan Jepang dilarang secara keras. Pada waktu itu, semua surat kabar yang berbahasa Belanda, Cina, dan Indonesia ditutup untuk menjaga kepentingan Jepang. Kecuali surat kabar Tjahaja Timoer dan surat kabar Pemandangan, untuk sementara terus beroperasi. Dalam hal ini, kedua penerbitan surat kabar tersebut menyampaikan bahwa penutupan penerbitan surat kabar adalah bentuk penekanan terhadap daya pikir seseorang. Setelah penyampaian kritiknya, kedua surat kabar tersebut dilarang untuk terbit kembali.

Setelah melakukan penutupan terhadap surat kabar yang berbahasa Belanda, Cina, dan Indonesia, pemerintah Jepang menerbitkan surat kabar yang berbahasa Jepang, seperti surat kabar Asia Raja dengan pimpinannya Sukardjo Wirjopranoto dan Jawa Shinbun. Keduanya dijadikan sebagai sumber pemberitaan bagi semua surat kabar di Jawa.

Selain itu, terbit pula surat kabar berbahasa Cina bernama Kung Yung Pao di bawah pimpinan Oei Tiang Tjoei. Di beberapa kota lainnya terbit pula surat kabar berbahasa Jepang, seperti Tjahaja di Bandung, Simr Matahari di Yogyakarta, dan Sinar Baroe di Semarang menggantikan surat kabar sebelumnya yang dipaksa tutup oleh pemerintah Jepang.

Seperti halnya surat kabar, radio pada masa pendudukan Jepang pun memiliki peran yang sangat penting. Oleh karena itu, pemerintah Jepang segera menduduki beberapa kantor berita atau stasiun radio milik pemerintah atau swasta, seperti Perserikatan-Perserikatan Radio Ketimuran (PPRK). Pemerintah menghentikan semua aktivitas penyiaran radio yang telah berjalan sebelum pendudukan Jepang. Sebagai gantinya, Jepang membuat pengaturan akan penyiaran radio melalui pendirian Hoso Kanrikyoku atau badan yang mengurus dan menyelenggarakan siaran radio, baik di pusat maupun di daerah-daerah. Di setiap kabupaten, didirikan kantor studio yang diberi nama shodanso. Melalui penyiaran radio ini pemerintahan Jepang menyebarluaskan propagandanya dan memanamkan pengaruhnya di Indonesia.
DAFTAR ISI
  1. Pribahasa Menunjukan Sifat Yang Diturunkan Kepada Anak
  2. Pribahasa dalam Mengungkapkan Sesuatu Yang Memiliki Makna
  3. Pribahasa Dalam Bahasa Minang
  4. Kegiatan Wirausaha Kerajinan Budaya Nonbenda.
  5. Kata - Kata Motivasi Belajar
  6. Mengetahui Cara Produksi Budidaya Tanaman Pangan
  7. Buat Kamu Yang Cari Artikel Tentang Pramuka
  8. Berwirausaha Kerajinan Budaya Nonbenda
  9. Alat Pencernaan Pada Manusia
  10. Macam-macam Organ Penyusun Sistem Gerak Pada Manusia
  11. Pengertian Wirausaha Menurut Pakarnya
  12. Pemasaran Langsung Kerajinan dengan lnspirasi Budaya Nonbenda
  13. Kelainan dan Penyakit Pada Ginjal
  14. Majas atau gaya bahasa terdiri dari beberapa macam
  15. Bahan yang Digunakan pada Pembuatan Rendang
  16. Cabang Olahraga Atletik Lari Meraton
  17. Teknik Gerakan Lempar Cakram
  18. Olahraga Beladiri Pencak Silat
  19. Produk Teknologi Transportasi dan Logistik
  20. Mengasah Kreativitas dan Keterampilan Semenjak Sekolah
  21. Jenis-Jenis Zat Yang Berbahaya
  22. Cara Pemasaran dan Pengembangan Budidaya Tanaman Pangan
  23. Makna Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  24. Mengembangkan dan Mendalami Ilmu Tentang Tuhan
  25. Pengertian Iman Kepada Rasul, Tugas-Tugas Rasul, Nama-nama Rasul 
  26. Pengertian dan Ciri-ciri Sifat Munafik
  27. Pengertian, Ciri-ciri Dan Bahaya Sifat Takabur
  28. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Kebutuhan Hidup Manusia
  29. Pentingnya Mengetahui Binatang Yang Halal Dimakan dan Binatang Yang Haram Dimakan
  30. Puisi Reruntuhan Kedaton, Yang Dibungkus, Gunung Wurung, Demi Obituari 
  31. Surat Lamaran Kerja Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia
  32. Mengetahui Pengertian Dialog Interaktif
  33. Percakapan Berpamitan Dalam Bahasa Inggris
  34. Tugas Membuat Kerangka dan Sinopsis Novel
  35. Percakapan Bahasa Inggris - Indonesia Suasana Pagi Hari
  36. Memperkenalkan Diri Dalam bahasa Inggris
  37. Contoh Kata Sambutan Panitia Penyelenggara Maulid Nabi saw.
  38. Kata Sambutan Perwakilan Mempelai Putri
  39. Kata Sambutan Dari Perwakilan Calon Mempelai Pria
  40. Mencari Peluang Bisnis Sampingan Saat Sekolah
  41. Pengertian ekspor Ekspor dan Pemberitahuan Pabean Ekspor
  42. Adaptasi Organisme Terhadap Lingkungan
  43. Alat-Alat Ekskresi Yang Ada Pada Manusia
  44. Ciri-Ciri Lagu Daerah Nusantara seperti Bahasa Daerah, Alunan dan Melodi
  45. Ciri-ciri Negara Maju dan Negara Berkembang
  46. Wirausaha Modifikasi Makanan Khas Daerah
  47. Kewirausahaan Bahan Nabati Dan Hewani Menjadi Makanan Khas Daerah
  48. Wirausaha Kerajinan Bahan Lunak
  49. Perhitungan Biaya Makanan Awetan dari Bahan Nabati
  50. Sistem Pengolahan Makanan Awetan dari Bahan Nabati 
  51. Kewirausahaan dalam Bidang Pengolahan Bahan Makanan
  52. Perhitungan Biaya Budidaya Tanaman Pangan
  53. Penghitungan Biaya Produksi Produk Teknologi Transportasi dan Logistik
  54. Perencanaan Usaha Produk Teknologi Transportasi dan Logistik
  55. Bentuk-Bentuk Hubungan (Interaksi) Sosial
  56. Pengertian serta Contoh Adab Makan dan Minum
  57. Macam-macam Gaya dan Teknik Renang Mulai dari Gaya Punggung, Gaya Dada Serta Gaya Bebas
  58. Bagaimana Cara Untuk Presentasi Proposal Usaha Kerajinan Hias
  59. Unsur Estetika dan Ergonomis Produk Kerajinan Pakai dari Limbah
  60. Peluang Usaha Menyulap Ban Bekas Menjadi Produk Bemilai Ekonomis
  61. Pengelolaan Sumber Daya Produksi Usaha Kerajinan Pakai dari Limbah
  62. Kerajinan Tas dari Limbah Kemasan Kopi
  63. Isi Propoposal Yang Formal dan Penyebab Kegagalan Dalam Sebuah Proposal
  64. Jenis Gerakan Senam Lantai, Senam Ketangkasan, Senam Aerobik
  65. Sistem Hormon dan Kelenjer Endoktrin pada Tubuh Manusia
  66. Pengertian Kebugaran Jasmani dan Joging
  67. Gaya Remaja Yang Sehat
  68. Membuat Magnet dengan Induksi Magnetik
  69. Pengertian dan Aspek-aspek Dalam Pencak Silat
  70. Pengertian, Teknik Dasar dan Gaya Dalam Lempar Lembing
  71. Pengertian, Peralatan dan Lapangan Permainan Bulu Tangkis 
  72. Teknik Melempar Bola, Teknik Menangkap Bola, Teknik Membawa Bola dalam Permainan Bola Tangan
  73. Pengertian, Peralatan serta Lapangan Permainan Bola Tangan
  74. Wirausaha Kerajinan Tangan Dari Bahan Sabun
  75. Pembagian Seni terdiri dari Seni Audio, Seni Visual, Seni Audiovisual 
  76. Seni Bukan Sembarangan Seni, Melainkan Punya Fungsi dan Tujuan
  77. Seni Rupa Terdiri Dari Seni Murni, Seni Pakai, Seni Grafis, Seni Keramik, Desain Produk, Desain Arsitektur
  78. Setiap Daerah Memiliki Keunikan Seni Karya Tersendiri seperti Keunikan Tema, Keunikan Bentuk, Bentuk Figuratif, Bentuk Abstraktif, Bentuk Abstrak, Keunikan Makna
  79. Bentuk Gambar Seni Rupa, Bentuk Kubistis, Bentuk Piramid, Kerucut, Bulat, Tak Beraturan
  80. Kumpulan Cerita Legenda Rakyat Yang Berbekas
  81. Peralatan, Media Menggambar, Bidang Gambar, Pensil, Paster, Cat Air, Cat Poster, Pewarna Alam, Pewarna Kue, Palet, Kuas
  82. Seni Membatik dan Batik Rafa'iyah
  83. Zat Berbahaya yang Terkandung dalam Rokok
  84. Penyebab Terjadinya Kebakaran seperti Korsleting Listrik, Api Rokok, Kompor, Membakar Sampah, Obat Nyamuk Bakar, Bahan Peledak, Kecelakaan Kendaraan, Sambaran Petir dan Akibat Yang Ditimbulkan Kebakaran
  85. Penyebab dan Penanggulangan Bahaya Banjir
  86. Pengetahuan Mitos dan Genetika, Pembauran Genetika
  87. Kromosom dan Gen Sebagai Faktor Pembawa Sifat
  88. Tujuh Macam Jenis Kecerdasan
  89. Sistem indera Pada Manusia dan Hewan
  90. Sistem Koordinasi Dalam Tubuh Manusia Meliputi Sistem Saraf, Indera, Hormon
  91. Pengaruh Kehidupan Keluarga Dalam Pembinaan Nilai Moral
  92. Museum Wayang Di Jakarta
  93. Museum Seni Rupa dan Keramik di Jakarta
  94. Museum-Museum Milik Pemerintah DKI Jakarta
  95. Museum Nasional dan Museum Daerah
  96. Arti dan Kegunaan Museum
  97. Mengenal Tanda Kekerasan dan Pelecehan Seksual
  98. Memilih Sekolah Menurut Jenjang Pendidikan
  99. Contoh Tex Pidato MC Acara Ulang Tahun
  100. Konsep Naskah MC Acara Pengajian Rutin Bulanan 
  101. Naskah Untuk MC Acara Pernikahan (Walimatul 'Ursy)
  102. Peta Sumatera dan Berikut Provinsinya
  103. Naskah Pembawa Acara Maulid Nabi Muhammad SAW.
  104. Text Pidato Pedoman Untuk MC Walimatul Khitanan
  105. Pengertian, Hakikat, dan Macam-Macam Demokrasi
  106. Susunan Acara Perpisahan Sekolah 
  107. Makalah Tata Boga Lauk Pauk Khas Betawi 
  108. Pemeriksaan Dokumen dan Fisik Barang Ekspor
  109. Membaca Komponen Peta dan Atlas
  110. Sistem Ekskresi Manusia
  111. Belajar Karya Seni Kriya Indonesia
  112. Ekspresi Seni Rupa Terapan Daerah Setempat
  113. Teknik Teknik dalam Menggambar Bentuk
  114. Reproduksi atau Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif Alami dan Buatan
  115. Pengantar Komunikasi "Kebutuhan Promosi untuk Berkomunikasi"
  116. Perkembangan Komunikasi Jarak Jauh Melalui Satelit
  117. Ilmu Komunikasi Yang Perlu Dipelajari, Komunikasi sebagai Seni, Ilmu, dan Lapangan Kerja
  118. Ruang Lingkup Komunikasi, Pengertian Komunikasi
  119. Unsur-unsur Komunikasi Meliputi Sumber, Pesan, Media, Penerima, Pengaruh, Tanggapan Balik dan Lingkungan
  120. Tipe Komunikasi, Komunikasi dengan Diri Sendiri (Intrapersonal Communication)
  121. Komunikasi Antarpribadi (Interpersonal Communication)
  122. Komunikasi Publik (Public Communication), Komunikasi Massa (Mass Communication)
  123. Pemanfaatan Mikroorganisme dalam Bioteknologi, Kultur Jaringan (Tissue Culture), Hidroponik, dan Aeroponik
  124. Listrik Statis, Gaya Listrik, Muatan, Listrik, Elektroskop, Muatan Positif, Muatan Negatif
  125. Gaya Elektrostatis, Medan Listrik, Elektroskop 
  126. Gejala dan Penerapan Listrik Statis, Petir (halilintar), Ledakan atau kebakaran tangki minyak, Generator Van de Graaff, Penggumpal asap, Pengecatan mobil, Mesin fotokopi, Printer inkjet
  127. Listrik Dinamis, Muatan dan Arus Listrik, Kuat Arus Listrik
  128. Pengertian Teks Sastra dan Teks Nonsastra, Level Bahasa nonsastra, Menentukan Makna Kata/Kalimat pada Teks
  129. Pengertian, Fungsi, Model, Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM/HRIS)
  130. Definisi Permainan dan Olahraga Bola Besar, Sepak Bola, Hakikat Sepak Bola, Teknik Menendang Bola
  131. Safety Operation, Kepemimpinan Dalam K3LH, IBPR dan Job Safety Analysis
  132. Definisi Job Safety Analysis (JSA), Waktu Review JSA, Critical Activity pada aktivitas OB Management
  133. Rambu Peringatan, Rambu Larangan, Rambu Perintah,  Informasi Umum
  134. Definisi Supervisi, Target Supervisi Operasional
  135. Geologi Dasar, Pembentukan Batubara dan Kualitas Batubara
  136. Jenis Batuan, Batuan Sedimen, Batuan Metamorf, Batuan Malihan
  137. Pembacaan Peta, Fungsi Peta, Tujuan Pembuatan Peta, Macam-Macam Peta
  138. Dasar-Dasar Pemboran, Metode Pemboran
  139. Menelusuri Peradaban Awal di Kepulauan Indonesia
  140. Bagaimana Terbentuknya Kepulauan Indonesia, Proses Evolusi Bumi
  141. Mengenal Manusia Purba, Sangiran, Trinil, Jenis Meganthropus, Jenis Pithecanthropus, Jenis Homo, Manusia Wajak, Manusia Liang Bua, Perdebatan Antara Pithecantropus ke Homo Erectus
  142. Asal Usul dan Persebaran Nenek Moyang Bangsa Indonesia
  143. Puisi Tentang Keindahan Alam, Nyanyian Seorang Petani
  144. Perkembangan Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Penjajahan Jepang
  145. Pengertian dan Latar Belakang Munculnya Pergerakan Nasional Indonesia
  146. CONTOH CERPEN SELAMA PKL  DI PT. BINTANG TOEDJOE
  147. Perkembangan Awal Akuntansi,  Sejarah Akuntansi, Perkembangan Akuntansi Syariah, Hubungan antara Akuntansi Modern dan Akuntansi  Syariah
  148. Pengertian Anggaran, Perbendaharaan, dan Akuntansi
  149. Perguruan Tinggi mana yang Mendapatkan Gaji Tertinggi?
  150. Sejarah Masyarakat Betawi, Asal Nama Betawi, Orang Betawi, Mande-Mande, Wilayah Budaya Masyarakat Betawi,  Sejarah Kota Jakarta Sejak Berdirinya Pelabuhan Kelapa 
  151. Kerajaan-Kerajaan Bawahan di Jakarta dan Sekitarnya
  152. Peradaban Masyarakat Betawi dan Kedatangan Bangsa-Bangsa Lain Di Jakarta
  153. Humor Betawi
  154. Penjajahan Belanda dan Perlawanan Rakyat Jakarta
  155. Sejarah Pemberontakan Tanah Tinggi Tangerang 1924
  156. Sejarah Pemberontakan Petani dan Ratu Adil
  157. Pendekar Bangsa M. Husni Thamrin, Putera Betawi
  158. Tanggapan Media Tentang Muhammad Husni Thamrin
  159. Husni, Bung Karno, Tan Malaka dan Si Entong
  160. Cara Berpidato Yang Baik Dan Menggetarkan Audiens, Contoh Pidato Bahasa Indonesia
  161. Naskah Pidato Tauhid Dalam Islam
  162. Motivasi Penyemangat Belajar
  163. Memahami Pengertian Seni Rupa
  164. MAKALAH MIKROBIOLOGI DAN PARASITOLOGI PANGAN FERMENTASI COKELAT
  165. Pribahasa Dalam Kehidupan Sehari-hari, Nasehat, Peringatan, Tata Krama
  166. Pengertian, Tujuan, Manfaat, Fungsi Jenis-Jenis Teks Editorial
  167. Cara Mengamankan, Memelihara, Merawat Alat Tulis Kantor, Mesin, Komputer, Laptop, Printer, Scanner, Mesin Fotokopi, Meja Kantor
  168. Pengertian Media Pembelajaran, Manfaat Media Pembelajaran , Fungsi Atensi, Afektif, Kognitif, Kompensatoris, Tujuan Informasi, Audio Visual
  169. Pengertian Gambar Kerja | Fungsi Gambar Kerja | Tujuan Gambar Kerja
  170. Surat Pribadi, Surat Resmi, Surat Niaga, Surat Niaga Internal, Surat Niaga Eksternal, Surat Dinas, Surat Sosial, Surat Lamaran Pekerjaan, Surat Elektronik