Pengetahuan Mitos dan Genetika, Pembauran Genetika

Mitos dan Genetika Bertemu di Wunga

Mitos dan Genetika Bertemu di Wunga


Wunga berasal dari kata ’’kawunga”, yang dalam bahasa Sumba berarti ’asal’. Seperti namanya, Desa Wunga, Kecamatan Haharu, Sumba Timur, ini dipercaya sebagai kampung asal bagi orang Sumba. Penelitian genetika ternyata menemukan data yang menguatkan kisah lisan yang dipercaya turun-temurun ini.
Sepanjang perjalanan dari Waingapu, ibu kota Kabu-paten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, ke Desa Wunga, pemandangan didominasi sabana yang menghampar di kanan-kiri jalan berliku.Bongkahan karang yang putih dan sebagian menghitam terbakar mencipta kontras pada warna kuning rerumputan. Kuda, kerbau, dan sapi merajai padang luas itu. Mereka berkeli-aran dan sesekali melintas di jalan, bergerombol.

Tiga jam peijalanan, kami tiba di kaki buldt kapur. Matahari terasa begitu rendah dan tepat di atas kepala Angin berembus kencang. Kami rehat sejenak di tangga batu yang dinaungi pepo-honan rapat, sebelum mulai mendaki.

Desa Wunga berada di atas bukit kapur itu. Susunan batu karang memagarinya. Pintu ma-suknya berupa celah selebar 1 meter yang diapit dua pohon raksasa. Orang Sumba menyebut pohon itu sebagai talicuk.

Di dalani kampung, kubur batu megalitik berderet dengan berba-gai menara arcanya Hanya tersisa empat rumah di dalam kampung itu, tetapi satu di antaranya hampir roboh. Kebakaran hebat pada 2010 menghancurkan tujuh dari 12 rumah adat di kampung ini, sementara satu rumah lainnya lapuk digerogoti waktu.

Suasana kampung siang itu sepi. "Inilah yang tersisa di Wunga, padahal ini kampung asal orang Sumba,” ujar Hurung Dandumara (55), warga Wunga, yang barn pulang dari ladang.

Dia kemudian mengajak masuk ke dalam rumah untuk menemui ayahnya, Lot Wulang (80), yang juga kepala rumah kabisu Anamaru. Lelaki tua itu sudah sakit-sakitan dan tak sanggup beranjak lagi dari tempat tidurnya, papan kayu yang dilapisi kain. Suasana di dalam rumah panggung beratap ilalang itu temaram. Tungku di tengah ruangan masih mengepulkan asap.

Bentuk rumah dan posisi tungku ini mengingatkan pada ru-mah-rumah tradisional lain di Indonesia, seperti rumah Karo di Sumatera Utara hingga rumah Mentawai di Sumatera Barat. Dari segi arsitekturnya, rumah tradisional ini mencirikan budaya Austronesia Arsitektur vernakuler ini dici-rikan dengan struktur kotak yang didirikan di atas tiang kayu, biasanya ditanam ke dalam tanah atau diletakkan di fondasi batu, lantai panggung, atap miring dengan jurai yang diperpanjang dan bagian depan atap yang condong mencuat keluar (Peter JM Nas, 1998).

’’Ukiran di tiang rumah ini mengisahkan perjalanan leluhur. Tujuh pahatan di tiga tiang menandakan tujuh pulau dan delapan pahatan di tiang utama menggambarkan delapan lautan yang dilalui,” kisah Wulang.

Menurut dia, perjalanan ini dilakukan dari tanah Asia dengan menyeberang Selat Malaka, kemudian ke Sumatera, Jawa Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, hingga Sumba. Dari Flores mendarat di Tanjung Sasar dan mendirikan kampung pertama di Wunga, sebelum menyebar ke bagian barat dan timur pulau ini.

Sebelum kedatangan nenek moyang di Sumba, konon di pulau ini sudah ada penghuni lama. Menurut budayawan Sumba, Frans W Hebi, dalam kisah lisan disebutkan, penghuni awal pulau ini belum mengenal api sehingga semua makanan dimakan men-tah. Mereka dikenal sebagai to marang (Kodi, Sumba Barat Da-ya) atau mamarung (Sumba Timur) dan sering disalahartikan sebagai suanggi.

Antropolog dari Universitas Arizona, Stephen Lansing, dan. tiga peneliti genetika Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Herawati Sudoyo Supolo, Gludhug Ariyo Purnomo, dan Isabella Apriyana, mengumpulkan kisah itu untuk melengkapi studi mereka tentang asal-usul dan diaspora orang Sumba

”Bisa jadi kisah ini bercampur aduk dengan pengetahuan baru yang datang belakangan. Migrasi nenek moyang orang Sumba sudah ribuan tahun, bagaimana mereka bisa mengingatnya?” ujar Lansing yang kini menjabat Direktur Complexity Institute, Na-nyang Technological University-Singapura. ”Jika pun benar, ceri-ta ini kemungkinan versi penutur Austronesia.”

Sekalipun bersikap skeptis, Lansing tetap menghormati pengetahuan lokal orang Sumba ini. Apalagi riset genetika semakin memberikan titik terang tentang teka-teki asal usul orang Sumba.

Pembauran Genetika

"Tahun 2007 kami telah mengambil sampel genetika dan memetakan diaspora bahasa ma-syarakat di Pulau Sumba,” ujar Herawati. Penelitian menggunakan marka Y-kromosom (penanda genetika lelaki) itu menemukan, genetika orang Sumba me-miliki haplogrup (kelompok motif genetik) C, K, M, dan O.

Motif C selama ini banyak di-temukan di Indonesia bagian timur dan menjadi penanda genetika orang Papua yang meru-pakan kelompok migrasi pertama dari Afrika dan diperkirakan tiba di Nusantara sekitar 50.000 tahun lalu. Motif O dimiliki penutur Austronesia yang datang dari Formosa, Taiwan, dan tiba paling belakangan di Nusantara, yaitu 5.000-4.000 tahun lalu.

Sementara motif K dan M kerap diasosiasikan dengan migran dari Asia daratan, yang datang sesudah migrasi pertama dari Afrika hingga Papua, tetapi sebelum kedatangan penutur Austronesia. Motif K dan M ini masih belum jelas rute migrasinya, tetapi kemungkinan juga lewat jalur darat dari Semenanjung Malaysia me-lalui Sumatera, Jawa, hingga ke Sumba.

’’Temuan ini menunjukkan bahwa orang Sumba saat ini terbentuk dari pembauran genetika tiga populasi berbeda,” ujar Herawati. ’’Artinya, sebelum kedatangan orang Austronesia, telah ada penduduk di Sumba dan kemudian teijadi percampuran.”

Menariknya, menurut Lansing, Desa Wunga, yang berada di sisi utara pulau ini, memiliki unsur haplogrup Austronesia paling lengkap dibandingkan dengan desa lain di Sumba. Ini menunjukkan bahwa Wunga memang merupakan desa pertama dari penutur Austronesia di Sumba. ”Semua tipe genetik Austronesia yang ada di desa lain ada di Wunga,” ujarnya

Dengan mencermati pola ge-netikanya, menurut Herawati, bisa digambarkan peijalanan migrasi nenek moyang penutur Austronesia di Sumba. Dari Wunga sebagian kemudian beijalan ke selatan. Begitu tiba di tengah pulau ini, mereka memisahkan diri dalam dua kelompok besar, satu ke arah timur dan lainnya ke arah barat. Dalam setiap migrasi ini terjadi percampuran dengan non-Austronesia yang telah lebih dulu tinggal di pulau itu.

Pembauran genetik ini juga terlihat dengan adanya penggunaan bahasa Austronesia dan Non Austronesia di Sumba. Contoh kata di Sumba yang berakar pada bahasa Austronesia, misalnya kata ”bulu” yang dilafalkan sebagai ”wulu” di Mamboru (Sumba Tengah) dan juga di Kodi (Sumba Barat Daya). Kata ”mata” juga dilafalkan sebagai ”mata”, baik di Mamboru maupun Kodi.

Sementara beberapa contoh bahasa non-Austronesia yarig bisa dijumpai di Sumba, misalnya kata ”daging” yang dilafalkan sebagai ”tolu” di Mamboru dan ”kabi” di Kodi. Kata ”rambut” di Mamboru dilafalkan sebagai ”longgi”, sedangkan di Kodi di-sebut "longge”.

Analisis genetika lebih lanjut menggunakan autosomal SNPs oleh Murray Cox dari Institute of Fundamental Sciences, Messey University, Selandia Baru (2015) menemukan dugaan teijadinya percampuran genetika Austronesia dan non-Austronesia yang pertama di Sumba sekitar 4.085 tahun lalu. Seperti analisis marka Y-kromosom, penelitian Cox ini juga menemukan keberagaman genetika Austronesia tertinggi berada di Wunga.

Dengan bekal penjelasan ini-lah kami kemudian menelusuri Pulau Sumba Kami dikejutkan’ dengan kenyataan bahwa sekalipun memiliki nenek moyang yang sama, pulau ini menyimpan keberagaman bahasa dan kebu-dayaan. Sumba bagian timur, misalnya hingga saat ini masih sa-ngat kuat menerapkan kasta dan praktik perhambaan. Adapun di Sumba bagian barat, praktik ini hampir tiada lagi.

Genetika jelas tidak mengenal pembagian berdasarkan kasta Bahkan, pembedaan ciri fisik tak lebih lelucon genetik. Namun,  mummi menurut Steve Olson dalam bu-kunya Mapping Human History: Discovering the Past Through Our Genes (2003), kecenderungan ki-ta untuk membedakan manusia ke dalam kategori fisik ataupun asal-usul keturunannya adalah sumber tragedi dan konflik dalam peradaban manusia.

Saat menemui kenyataan ini, kami jadi teringat penjelasan Wulang dari Wunga. ”Saat baru tiba di Wunga semuanya sebenarnya masih sama posisinya adalah teman seperjalanan. Kasta tuan dan hamba terbentuk karena perang dan penjajahan,” ujarnya

Orang Sumba khususnya Sumba Timur, yang masih ketat menerapkan praktik perhambaan, sebaiknya kembali melakukan ziarah ke Wunga...

Oleh : Ahmad Arif yang di Poskan di Koran Kompas
DAFTAR ISI
  1. Pribahasa Menunjukan Sifat Yang Diturunkan Kepada Anak
  2. Pribahasa dalam Mengungkapkan Sesuatu Yang Memiliki Makna
  3. Pribahasa Dalam Bahasa Minang
  4. Kegiatan Wirausaha Kerajinan Budaya Nonbenda.
  5. Kata - Kata Motivasi Belajar
  6. Mengetahui Cara Produksi Budidaya Tanaman Pangan
  7. Buat Kamu Yang Cari Artikel Tentang Pramuka
  8. Berwirausaha Kerajinan Budaya Nonbenda
  9. Alat Pencernaan Pada Manusia
  10. Macam-macam Organ Penyusun Sistem Gerak Pada Manusia
  11. Pengertian Wirausaha Menurut Pakarnya
  12. Pemasaran Langsung Kerajinan dengan lnspirasi Budaya Nonbenda
  13. Kelainan dan Penyakit Pada Ginjal
  14. Majas atau gaya bahasa terdiri dari beberapa macam
  15. Bahan yang Digunakan pada Pembuatan Rendang
  16. Cabang Olahraga Atletik Lari Meraton
  17. Teknik Gerakan Lempar Cakram
  18. Olahraga Beladiri Pencak Silat
  19. Produk Teknologi Transportasi dan Logistik
  20. Mengasah Kreativitas dan Keterampilan Semenjak Sekolah
  21. Jenis-Jenis Zat Yang Berbahaya
  22. Cara Pemasaran dan Pengembangan Budidaya Tanaman Pangan
  23. Makna Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  24. Mengembangkan dan Mendalami Ilmu Tentang Tuhan
  25. Pengertian Iman Kepada Rasul, Tugas-Tugas Rasul, Nama-nama Rasul 
  26. Pengertian dan Ciri-ciri Sifat Munafik
  27. Pengertian, Ciri-ciri Dan Bahaya Sifat Takabur
  28. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Kebutuhan Hidup Manusia
  29. Pentingnya Mengetahui Binatang Yang Halal Dimakan dan Binatang Yang Haram Dimakan
  30. Puisi Reruntuhan Kedaton, Yang Dibungkus, Gunung Wurung, Demi Obituari 
  31. Surat Lamaran Kerja Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia
  32. Mengetahui Pengertian Dialog Interaktif
  33. Percakapan Berpamitan Dalam Bahasa Inggris
  34. Tugas Membuat Kerangka dan Sinopsis Novel
  35. Percakapan Bahasa Inggris - Indonesia Suasana Pagi Hari
  36. Memperkenalkan Diri Dalam bahasa Inggris
  37. Contoh Kata Sambutan Panitia Penyelenggara Maulid Nabi saw.
  38. Kata Sambutan Perwakilan Mempelai Putri
  39. Kata Sambutan Dari Perwakilan Calon Mempelai Pria
  40. Mencari Peluang Bisnis Sampingan Saat Sekolah
  41. Pengertian ekspor Ekspor dan Pemberitahuan Pabean Ekspor
  42. Adaptasi Organisme Terhadap Lingkungan
  43. Alat-Alat Ekskresi Yang Ada Pada Manusia
  44. Ciri-Ciri Lagu Daerah Nusantara seperti Bahasa Daerah, Alunan dan Melodi
  45. Ciri-ciri Negara Maju dan Negara Berkembang
  46. Wirausaha Modifikasi Makanan Khas Daerah
  47. Kewirausahaan Bahan Nabati Dan Hewani Menjadi Makanan Khas Daerah
  48. Wirausaha Kerajinan Bahan Lunak
  49. Perhitungan Biaya Makanan Awetan dari Bahan Nabati
  50. Sistem Pengolahan Makanan Awetan dari Bahan Nabati 
  51. Kewirausahaan dalam Bidang Pengolahan Bahan Makanan
  52. Perhitungan Biaya Budidaya Tanaman Pangan
  53. Penghitungan Biaya Produksi Produk Teknologi Transportasi dan Logistik
  54. Perencanaan Usaha Produk Teknologi Transportasi dan Logistik
  55. Bentuk-Bentuk Hubungan (Interaksi) Sosial
  56. Pengertian serta Contoh Adab Makan dan Minum
  57. Macam-macam Gaya dan Teknik Renang Mulai dari Gaya Punggung, Gaya Dada Serta Gaya Bebas
  58. Bagaimana Cara Untuk Presentasi Proposal Usaha Kerajinan Hias
  59. Unsur Estetika dan Ergonomis Produk Kerajinan Pakai dari Limbah
  60. Peluang Usaha Menyulap Ban Bekas Menjadi Produk Bemilai Ekonomis
  61. Pengelolaan Sumber Daya Produksi Usaha Kerajinan Pakai dari Limbah
  62. Kerajinan Tas dari Limbah Kemasan Kopi
  63. Isi Propoposal Yang Formal dan Penyebab Kegagalan Dalam Sebuah Proposal
  64. Jenis Gerakan Senam Lantai, Senam Ketangkasan, Senam Aerobik
  65. Sistem Hormon dan Kelenjer Endoktrin pada Tubuh Manusia
  66. Pengertian Kebugaran Jasmani dan Joging
  67. Gaya Remaja Yang Sehat
  68. Membuat Magnet dengan Induksi Magnetik
  69. Pengertian dan Aspek-aspek Dalam Pencak Silat
  70. Pengertian, Teknik Dasar dan Gaya Dalam Lempar Lembing
  71. Pengertian, Peralatan dan Lapangan Permainan Bulu Tangkis 
  72. Teknik Melempar Bola, Teknik Menangkap Bola, Teknik Membawa Bola dalam Permainan Bola Tangan
  73. Pengertian, Peralatan serta Lapangan Permainan Bola Tangan
  74. Wirausaha Kerajinan Tangan Dari Bahan Sabun
  75. Pembagian Seni terdiri dari Seni Audio, Seni Visual, Seni Audiovisual 
  76. Seni Bukan Sembarangan Seni, Melainkan Punya Fungsi dan Tujuan
  77. Seni Rupa Terdiri Dari Seni Murni, Seni Pakai, Seni Grafis, Seni Keramik, Desain Produk, Desain Arsitektur
  78. Setiap Daerah Memiliki Keunikan Seni Karya Tersendiri seperti Keunikan Tema, Keunikan Bentuk, Bentuk Figuratif, Bentuk Abstraktif, Bentuk Abstrak, Keunikan Makna
  79. Bentuk Gambar Seni Rupa, Bentuk Kubistis, Bentuk Piramid, Kerucut, Bulat, Tak Beraturan
  80. Kumpulan Cerita Legenda Rakyat Yang Berbekas
  81. Peralatan, Media Menggambar, Bidang Gambar, Pensil, Paster, Cat Air, Cat Poster, Pewarna Alam, Pewarna Kue, Palet, Kuas
  82. Seni Membatik dan Batik Rafa'iyah
  83. Zat Berbahaya yang Terkandung dalam Rokok
  84. Penyebab Terjadinya Kebakaran seperti Korsleting Listrik, Api Rokok, Kompor, Membakar Sampah, Obat Nyamuk Bakar, Bahan Peledak, Kecelakaan Kendaraan, Sambaran Petir dan Akibat Yang Ditimbulkan Kebakaran
  85. Penyebab dan Penanggulangan Bahaya Banjir
  86. Pengetahuan Mitos dan Genetika, Pembauran Genetika
  87. Kromosom dan Gen Sebagai Faktor Pembawa Sifat
  88. Tujuh Macam Jenis Kecerdasan
  89. Sistem indera Pada Manusia dan Hewan
  90. Sistem Koordinasi Dalam Tubuh Manusia Meliputi Sistem Saraf, Indera, Hormon
  91. Pengaruh Kehidupan Keluarga Dalam Pembinaan Nilai Moral
  92. Museum Wayang Di Jakarta
  93. Museum Seni Rupa dan Keramik di Jakarta
  94. Museum-Museum Milik Pemerintah DKI Jakarta
  95. Museum Nasional dan Museum Daerah
  96. Arti dan Kegunaan Museum
  97. Mengenal Tanda Kekerasan dan Pelecehan Seksual
  98. Memilih Sekolah Menurut Jenjang Pendidikan
  99. Contoh Tex Pidato MC Acara Ulang Tahun
  100. Konsep Naskah MC Acara Pengajian Rutin Bulanan 
  101. Naskah Untuk MC Acara Pernikahan (Walimatul 'Ursy)
  102. Peta Sumatera dan Berikut Provinsinya
  103. Naskah Pembawa Acara Maulid Nabi Muhammad SAW.
  104. Text Pidato Pedoman Untuk MC Walimatul Khitanan
  105. Pengertian, Hakikat, dan Macam-Macam Demokrasi
  106. Susunan Acara Perpisahan Sekolah 
  107. Makalah Tata Boga Lauk Pauk Khas Betawi 
  108. Pemeriksaan Dokumen dan Fisik Barang Ekspor
  109. Membaca Komponen Peta dan Atlas
  110. Sistem Ekskresi Manusia
  111. Belajar Karya Seni Kriya Indonesia
  112. Ekspresi Seni Rupa Terapan Daerah Setempat
  113. Teknik Teknik dalam Menggambar Bentuk
  114. Reproduksi atau Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif Alami dan Buatan
  115. Pengantar Komunikasi "Kebutuhan Promosi untuk Berkomunikasi"
  116. Perkembangan Komunikasi Jarak Jauh Melalui Satelit
  117. Ilmu Komunikasi Yang Perlu Dipelajari, Komunikasi sebagai Seni, Ilmu, dan Lapangan Kerja
  118. Ruang Lingkup Komunikasi, Pengertian Komunikasi
  119. Unsur-unsur Komunikasi Meliputi Sumber, Pesan, Media, Penerima, Pengaruh, Tanggapan Balik dan Lingkungan
  120. Tipe Komunikasi, Komunikasi dengan Diri Sendiri (Intrapersonal Communication)
  121. Komunikasi Antarpribadi (Interpersonal Communication)
  122. Komunikasi Publik (Public Communication), Komunikasi Massa (Mass Communication)
  123. Pemanfaatan Mikroorganisme dalam Bioteknologi, Kultur Jaringan (Tissue Culture), Hidroponik, dan Aeroponik
  124. Listrik Statis, Gaya Listrik, Muatan, Listrik, Elektroskop, Muatan Positif, Muatan Negatif
  125. Gaya Elektrostatis, Medan Listrik, Elektroskop 
  126. Gejala dan Penerapan Listrik Statis, Petir (halilintar), Ledakan atau kebakaran tangki minyak, Generator Van de Graaff, Penggumpal asap, Pengecatan mobil, Mesin fotokopi, Printer inkjet
  127. Listrik Dinamis, Muatan dan Arus Listrik, Kuat Arus Listrik
  128. Pengertian Teks Sastra dan Teks Nonsastra, Level Bahasa nonsastra, Menentukan Makna Kata/Kalimat pada Teks
  129. Pengertian, Fungsi, Model, Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM/HRIS)
  130. Definisi Permainan dan Olahraga Bola Besar, Sepak Bola, Hakikat Sepak Bola, Teknik Menendang Bola
  131. Safety Operation, Kepemimpinan Dalam K3LH, IBPR dan Job Safety Analysis
  132. Definisi Job Safety Analysis (JSA), Waktu Review JSA, Critical Activity pada aktivitas OB Management
  133. Rambu Peringatan, Rambu Larangan, Rambu Perintah,  Informasi Umum
  134. Definisi Supervisi, Target Supervisi Operasional
  135. Geologi Dasar, Pembentukan Batubara dan Kualitas Batubara
  136. Jenis Batuan, Batuan Sedimen, Batuan Metamorf, Batuan Malihan
  137. Pembacaan Peta, Fungsi Peta, Tujuan Pembuatan Peta, Macam-Macam Peta
  138. Dasar-Dasar Pemboran, Metode Pemboran
  139. Menelusuri Peradaban Awal di Kepulauan Indonesia
  140. Bagaimana Terbentuknya Kepulauan Indonesia, Proses Evolusi Bumi
  141. Mengenal Manusia Purba, Sangiran, Trinil, Jenis Meganthropus, Jenis Pithecanthropus, Jenis Homo, Manusia Wajak, Manusia Liang Bua, Perdebatan Antara Pithecantropus ke Homo Erectus
  142. Asal Usul dan Persebaran Nenek Moyang Bangsa Indonesia
  143. Puisi Tentang Keindahan Alam, Nyanyian Seorang Petani
  144. Perkembangan Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Penjajahan Jepang
  145. Pengertian dan Latar Belakang Munculnya Pergerakan Nasional Indonesia
  146. CONTOH CERPEN SELAMA PKL  DI PT. BINTANG TOEDJOE
  147. Perkembangan Awal Akuntansi,  Sejarah Akuntansi, Perkembangan Akuntansi Syariah, Hubungan antara Akuntansi Modern dan Akuntansi  Syariah
  148. Pengertian Anggaran, Perbendaharaan, dan Akuntansi
  149. Perguruan Tinggi mana yang Mendapatkan Gaji Tertinggi?
  150. Sejarah Masyarakat Betawi, Asal Nama Betawi, Orang Betawi, Mande-Mande, Wilayah Budaya Masyarakat Betawi,  Sejarah Kota Jakarta Sejak Berdirinya Pelabuhan Kelapa 
  151. Kerajaan-Kerajaan Bawahan di Jakarta dan Sekitarnya
  152. Peradaban Masyarakat Betawi dan Kedatangan Bangsa-Bangsa Lain Di Jakarta
  153. Humor Betawi
  154. Penjajahan Belanda dan Perlawanan Rakyat Jakarta
  155. Sejarah Pemberontakan Tanah Tinggi Tangerang 1924
  156. Sejarah Pemberontakan Petani dan Ratu Adil
  157. Pendekar Bangsa M. Husni Thamrin, Putera Betawi
  158. Tanggapan Media Tentang Muhammad Husni Thamrin
  159. Husni, Bung Karno, Tan Malaka dan Si Entong
  160. Cara Berpidato Yang Baik Dan Menggetarkan Audiens, Contoh Pidato Bahasa Indonesia
  161. Naskah Pidato Tauhid Dalam Islam
  162. Motivasi Penyemangat Belajar
  163. Memahami Pengertian Seni Rupa
  164. MAKALAH MIKROBIOLOGI DAN PARASITOLOGI PANGAN FERMENTASI COKELAT
  165. Pribahasa Dalam Kehidupan Sehari-hari, Nasehat, Peringatan, Tata Krama
  166. Pengertian, Tujuan, Manfaat, Fungsi Jenis-Jenis Teks Editorial
  167. Cara Mengamankan, Memelihara, Merawat Alat Tulis Kantor, Mesin, Komputer, Laptop, Printer, Scanner, Mesin Fotokopi, Meja Kantor
  168. Pengertian Media Pembelajaran, Manfaat Media Pembelajaran , Fungsi Atensi, Afektif, Kognitif, Kompensatoris, Tujuan Informasi, Audio Visual
  169. Pengertian Gambar Kerja | Fungsi Gambar Kerja | Tujuan Gambar Kerja
  170. Surat Pribadi, Surat Resmi, Surat Niaga, Surat Niaga Internal, Surat Niaga Eksternal, Surat Dinas, Surat Sosial, Surat Lamaran Pekerjaan, Surat Elektronik