Jenis Gerakan Senam Lantai, Senam Ketangkasan, Senam Aerobik

Senam mempunyai banyak jenis, di antaranya adalah senam lantai, senam ketangkasan, dan senam aerobik. Jenis senam tersebut mempunyai variasi gerakan yang berbeda.

Variasi gerakan dalam senam lantai dan senam ketangkasan ada bermacam-macam. Gerakan-gerakan itu bertujuan untuk melenturkan gerak tubuh. Gerakan senam lantai yang disering dilakukan adalah gerakan melenting. Sedangkan gerakan dalam senam ketangkasan, seperti lompat jongkok.

Dalam melakukan kegiatan senam, diperlukan alat bantu. Salah satu alat bantu tersebut adalah musik. Senam aerobik adalah jenis senam yang mengoordinasikan antara gerakan dan musik. Tempo atau ritme senam aerobik dapat berlangsung lamban atau cepat. Tujuan utama dari senam aerobik adalah untuk menjaga kebugaran tubuh. Berikut ini akan dijelaskan mengenai senam lantai, senam ketangkasan, dan senam aerobik.

Senam Lantai (Floor Exercisef)


Senam lantai (floor exercise) adalah salah satu jenis senam yang sering dipertandingkan. Adapun gerakan yang akan dipelajari pada senam lantai yaitu:
  1. gerakan melenting,
  2. gerakan flik-flak, dan
  3. gerakan salto ke depan.

1. Gerakan Melenting 

Gerakan melenting dikenal juga dengan kayang. Untuk melakukan gerakan melenting, diperlukan kelenturan tubuh yang fleksibel. Hal itu karena gerakan melenting harus dilakukan dengan cara melipat tubuh secara telentang. Kamu dapat mempelajari bagaimana cara melakukan sikap lenting yang sempurna dengan cara berlatih secara intensif.

Adapun hal-hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut.

a. Tahap awalan. Tidur telentang dengan kedua tumit rapat pada pantat dan kaki sedikit dibuka. Telapak tangan diletakkan pada lantai di samping telinga dengan jari-jari menghadap pundak.

b. Tahap pelaksanaan. Angkat badan ke atas hingga posisi badan lurus. Tekan kedua belah tangan dan kaki sambil mengangkat tumit. Kepala dimasukkan di antara dua tangan, sehingga badan membusur membentuk setengah lingkaran. Perhatikan Gerakan melenting atau kayang (a) tahap awalan; (b) tahap pelaksanaan!
Gerakan melenting atau kayang
Gerakan melenting atau kayang

Kesalahan Umum dalam Gerakan Melenting

Kesalahan umum dalam gerakan melenting adalah kepala tidalc dimasukkan di antara dua tangan. Kedua kaki dan kedua tangan tidak diluruskan. Berat badan bertumpu pada kaki.
Gerakan flik-flak adalah salah satu gerakan senam lantai dengan tubuh melayang di udara, seperti sebuah busur. Gerakan flik-flak hampir menyerupai gerakan melenting ke belakang dengan perhitungan tempo yang tepat. Gerakan flik-flak juga menuntut adanya kelenturan tubuh, sehingga menghasilkan loncatan yang baik.

Ada dua tahap dalam loncat flik-flak, yaitu sebagai berikut.

a. Tahap awalan. Berdiri pada kedua ujung kaki. Badan diangkat tegak ke atas dan kedua tangan lurus ke depan, sejajar dengan bahu.

b. Tahap pelaksanaan. Tekuk kedua lutut dan kedua tangan ke belakang badan. Kemudian, ayunkan badan ke belakang (melenting). Kedua tangan diayunkan dari belakang melalui bawah ke depan atas hingga j ke belakang. Kepala ditengadahkan dan kedua ujung kaki ditolakkan, sehingga keadaan badan menyerupai busur. Pada saat kedua telapak i tangan mendarat di lantai, kedua kaki digerakkan dengan cepat ke belakang. Saat mendarat, kedua kaki lurus dengan bantuan tolakan kedua tangan. Sikap akhir, badan tegak, kedua kaki rapat, dan kedua tangan di depan. Perhatikan Gambar Gerakan melenting atau kayang (a) tahap awalan; (b) tahap pelaksanaan!
Gerakan melenting atau kayang (a) tahap awalan; (b) tahap pelaksanaan
Gerakan melenting atau kayang (a) tahap awalan; (b) tahap pelaksanaan
3. Salto ke Depan
Latihan salto ke depan membutuhkan matras sebagai alat bantu. Gerakan dasar salto ke depan adalah berguling ke depan dengan bulat. Setelah dapat berguling ke depan dengan baik maka lakukan gerakan salto dengan tahap-tahap sebagai berikut.

a. Tahap awalan. Sikap awalan salto ke depan adalah posisi jongkok dan kedua tangan ke atas, sejajar dengan bahu, dan siku agak dibengkok-kan.
b. Tahap latihan salto. Tolakkan kedua kaki dan ayunankan kedua tangan ke depan bawah. Lakukan berguling ke depdn dengan bahu. Bila tolakan pada kaki lebih tinggi maka akan dapat langsung mendarat pada kedua kaki. Hal yang harus diingat pada waktu permulaan salto adalah sebagai berikut.
  • Lakukan lompat ke atas sebelum salto.
  • Bantingkan badan ke atas depan bersamaan dengan kepala menunduk.
  • Dagu rapat terhadap dada.
  • Kedua tangan digerakkan dari atas ke depan dan ke bawah serta badan dibentuk sebulat mungkin.
Gerakan latihan salto
Gerakan latihan salto
Jika latihan sikap jongkok sudah dikuasai dengan baik, lakukan salto ke depan dengan memakai awalan.

c. Tahap pelaksanaaan. Lakukan gerakan lari sebagai awalan. Tolakkan kedua kaki, lalu melorapat ke atas dibantu dengan ayunan kedua tangan ke atas. Setelah badan di atas udara, badan dibantingkan ke depan dengan gerakan yang cepat. Kedua lutut hampir rapat pada dada. Kepala ditundukkan dan dagu rapat pada dada. Kedua tangan diayunkan dari atas ke bawah.

Pada waktu di udara, usahakan badan dibentuk sebulat mungkin. Dengan demikian, putaran badan di udara alcan lebih cepat sehingga akhirnya akan mendarat dengan kedua kald. Apabila gerakan putaran itu terlalu cepat, segera turunkan kedua lcaki.

Ada beberapa kesalahan dalam melakukan salto ke depan, yaitu sebagai berikut.
1) Melompat terlalu ke depan.
2) Kepala menengadah dan badan tidak dibulatkan.
3) Kedua tangan tidak membantu berputar.
4) Mendarat dengan telentang.

Bagi pemula, gerakan salto dapat dibantu oleh orang lain. Si penolong dapat berdiri sedemikian rupa sehingga siap untuk memberikan pertolongan.

Senam Ketangkasan


Ada beberapa gerakan senam ketangkasan yang memerlukan alat bantu.
Misalnya, lompat jongkok dan lompat kangkang.

1. Lompat Jongkok (Squat Vault)
Lompat jongkok ada dua macam, yaitu lompat jongkok dengan panggul menyudut dan lompat jongkok panggul lurus:
  • Lompat jongkok dengan panggul menyudut. Lompatannya dilakukan dengan membuat silcap jongkok tanpa meluruskan badan lebih dahulu.
  • Lompat jongkok panggul lurus. Lompatannya dengan meluruskan badan terlebih dahulu sebelum jongkok.
Sebelum melakukan kedua jenis lompat tersebut, kamu harus melakukan latihan lompat jongkok.
a.  Latihan Lompat Jongkok (Squat Vault)
Ada beberapa tahap pada latihan lompat jongkok, yaitu sebagai berikut.

1) Berdiri di atas papan tolak. Badan dicondongkan ke depan dan tangan memegang palang atau peti. Lompatlah sebanyak 3-4 kali. Pada lompatan terakhir, angkat panggul tinggi-tinggi.

2) Lakukan seperti latihan pertama. Teruskan dengan menarik lutut ke dada. Kemudian, mendarat kembali di papan tolak atau garis.

3) Lakukan seperti latihan kedua. Namun, gerakannya diawali (awalan) dengan berlari sebanyak 4-5 langkah.
Latihan (a) melompat, (b) mengangkat panggul
Latihan (a)    melompat,    (b) mengangkat panggul

latihan mengangkat pinggul dengan awalan dan menekuk lutut
latihan mengangkat pinggul dengan awalan dan menekuk lutut
4) Lakukan seperti latihan ketiga dengan memegang peti lompat. Pada saat lutut ditarik ke dada, mendaratlah di atas peti. Berjongkoklah pada ujung kaki, bukan pada telapak kaki. Kemudian, berdiri dan melompat ke depan. Bagi murid-murid putri, sebelumnya berlutut di atas peti. Gerakan ini dapat juga dibantu orang lain. Penolong berdiri di depan peti lompat dengan sikap tangan siap memegang lengan atas pelompat. Sedangkan tangan yang lain memegang pergelangan tangan pelompat.
5) Lakukan seperti latihan keempat. Namun, sebelumnya melakukan awalan. Setelah jongkok, lepaskan tangan dan segera melompat.
6) Bertumpu dan jongkok di tengah peti. Ulangi gerakan yang sama hingga bergeser ke ujung peti.
7) Kembalikan peti pada posisi melintang. Lakukan lompat jongkok dengan melewati peti. Gerakan ini dapat juga dibantu orang lain yang siap menjaga di depan peti. Jika pelompat melewati peti, penolong memegang lengan pelompat sambil mundur dengan cepat.
8) Seperti latihan ketujuh, papan tolak dijauhkan dari peti sedikit demi sedikit.
9) Jika sudah mahir latihan sebelumnya maka tinggikan peti lompat sedikit demi sedikit. Khusus untuk putra, lakukan dengan peti yang diletakkan memanjang.

b. Teknik Lompat Jongkok dengan Panggul Menyudut
Setelah mahir melakukan latihan lompat jongkok, lanjutkan dengan gerakan lompat jongkok lanjutan. Salah satunya adalah dengan melakukan jenis lompatan jongkok dengan panggul menyudut.
Tahap-tahap lompat jongkok dengan panggul menyudut adalah sebagai berikut.
1) Setelah melakukan awalan (berlari) dan melakukan tolakan kaki, panggul diangkat.
2) Tangan bertumpu pada peti dan lutut ditarik ke dada.
3) Tangan ditolakkan terhadap peti, dada diangkat, dan lengan diayunkan ke depan atas.
4) Setelah kedua lcaki melewati peti, luruskan tungkai dan seluruh badan.
5) Mendarat dengan kedua kaki, lutut dan panggul agak ditekuk.

Kesalahan yang sering terjadi pada lompat jongkok dengan panggul menyudut adalah sebagai berikut.
1)    Tumpuan tangan terlalu di pinggir.
2)    Panggul kurang diangkat ke atas.
3)    Lengan dibengkokkan dan bahu turun ke bawah.
4)    Lengan terlalu condong ke depan.
5)    Tangan terlalu lama bertumpu.
6)    Setelah menolakkan tangan, dada dan kepala tidak diangkat.
7)    Badan tidak lurus sebelum mendarat.

Lompat Kangkang (Straddle Vault)
Lompat kangkang dibagi menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut. 
  1. Lompat kangkang dengan panggul ditekuk, yaitu lompatan dengan membuat sikap kangkang tanpa meluruskan badan lebih dahulu. 
  2. Lompat dengan panggul lurus, yaitu lompatan dengan meluruskan badan lebih dahulu sebelum sikap kangkang.

a. Latihan Lompat Kangkang
Tahap-tahap latihan lompat kangkang dengan panggul ditekuk adalah sebagai berikut.
1)    Angkat panggul tinggi-tinggi.
2)    Pada saat tangan menyentuh peti atau palang, panggul ditekuk dan kaki dibuka lebar (kangkang).
3)    Tolakkan tangan (terhadap peti), dan angkatlah dada dan kepala ke atas.
4)    Setelah kaki melewati peti, badan diluruskan dan rapatkan tungkai sebelum mendarat.
5)    Mendarat dengan kedua kaki rapat dan lutut agak ditekuk.
b. Kesalahan Umum dalam Lompat Kangkang

Ada beberapa kesalahan saat melakukan lompat kangkang, yaitu sebagai berikut.
  1. Panggul kurang diangkat sehingga tidak berhasil membuat sikap kangkang di atas peti.
  2. Lutut terlalu bengkok.
  3. Kepala dan dada tidak terangkat pada saat tangan menyentuh peti.
  4. Lengan tidak lurus.
c. Pelaksanaan Lompat Kangkang

Tahap-tahap pelaksanaan gerakan lompat kangkang adalah sebagai berikut.

1) Berdiri di atas papan tolak atau sebuah garis. Badan dicondongkan ke depan dengan tangan memegang palang atau peti. Lompat sebanyak 3 kali di tempat. Pada lompatan terakhir, angkat panggul setinggi mungkin.

2) Lakukan seperti latihan pertama. Lanjutkan dengan membuka kedua kaki selebar-lebarnya. Kemudian, mendarat kembali di papan tolak atau garis. Perhatikan Gambar 6.8.

3) Lakukan seperti latihan kedua. Namun, diawali dengan berlari (awalan) 4-5 langkah.

4) Lakukan seperti latihan ketiga. Kemudian, lanjutkan dengan sikap kangkang di atas peti. Pada saat membuat sikap kangkang, dada diangkat sedikit dan pandangan mata ke depan. Kemudian, angkat kedua tangan ke atas, lalu melompat ke depan. Tekuklah lutut pada saat mendarat. Pada latihan ini harus ada yang menjaga. Penjagaan di-lakukan di depan peti untuk menjaga apabila pelompat tersungkur ke depan. Pegang pergelangan tangan pelompat (oleh tangan dekat) dan pangkal lengan pelompat (oleh tangan jauh). Untuk lebih jelasnya, perhatikan Gambar 6.9!

5) Dengan awalan dari suatu ketinggian, lakukan lompat kangkang melewati peti. Penolong berdiri tepat di depan pelompat. Pada saat kedua tangan pelompat menyentuh peti, pegang lengannya. Kemudian, melangkah mundur dan bantu hingga saat pelompat mendarat.

6) Lakukan awalan di lantai. Posisi papan tolak dijauhkan dari peti sedikit demi sedikit.
7) Peti ditinggikan. Melompatlah dengan ketinggian peti yang berbeda, makin lama, ketinggian peti makin tinggi. Khusus untuk murid putra, lompat kangkang dapat melakukan pada peti yang diletaklcan memanjang.

Senam Aerobik

1. Pengertian Aerobik
Senam Aerobik adalah salah satu bentuk olahraga yang mempunyai gerakan-gerakan gabungan yang energik dan kreatif. Gerakan-gerakan itu dilakukan berirama. Senam aerobik dapat dilakukan secara individu maupun bersama-sama. Latihan aerobik dapat meningkatkan kebugaran dan kesehatan tubuh. Sebelum melakukan rangkaian gerak berirama dalam senam aerobik, perlu dikuasai gerakan-gerakan dasar senam aerobik.

2. Gerakan Senam Aerobik
Ada bermacam-macam gerakan senam aerobik, di antaranya aerobik kursi, Low Impact Aerobic (LIA), Moderate Impact Aerobic (MIA), High Impact Aerobic (HIA), aerobik dingklik, dan latihan meluncur.
a. Aerobik Kursi
Aerobik kursi adalah aerobik yang dilakukan dengan dudulc di kursi. Gerakan senam ini bertujuan untuk menggerakkan otot-otot tubuh sebanyak mungkin untuk meningkatkan kebugaran tubuh. Aerobik kursi cocok untuk orang-orang yang bermasalah dengan keseimbangan tubuhnya, seperti, wanita hamil dan wanita sesudah melahirkan.

Gerakan aerobik kursi merupakan latihan alternatif untuk gerakan tubuh bagian atas tanpa tubuh bagian bawah bergerak (berjalan). Contoh gerakan aerobik untuk tubuh bagian bawah adalah berbaris, melompat, melangkah {step), touch, touch step, mengangkat lutut, dan tendangan. Sedangkan gerakan aerobik kursi untuk tubuh bagian atas menyerupai jenis-jenis gerakan olahraga angkat beban. Gerakan-gerakan itu dapat dilakukan lebih lambat atau lebih cepat dari irama musik. Kedua tangan dapat bergerak bersamaan ataupun bergantian.

Beberapa gerakan aerobik kursi di antaranya sebagai berikut.

1) Gerakan bisep melingkar. Mulailah dengan mengepalkan tangan di samping badan dan telapak tangan menghadap ke depan. Tekuklah siku tangan. Kemudian, angkat kepalan tangan sampai bahu pada hitungan 1, dan kembali ke posisi awal pada hitungan 2.

2) Gerakan mengangkat bahu (deltoid) samping. Posisi awal gerakan ini adalah menekuk siku dan lengan atas di sisi tubuh. Angkatlah siku tangan secara menyamping setinggi bahu. Pada hitungan 1, siku dan lengan diangkat ke atas, dan kembali ke posisi awal pada hitungan 2.

3) Gerakan menekan. Angkat satu kaki dengan kedua tangan hingga setinggi bahu. Kemudian, tekan ke depan, seperti mendorong sesuatu di depan dada (chest press). Gerakan ini dapat dilakukan berulang-ulang. Variasi gerakan menekan dapat dilakukan seperti berikut.
 Low Impact Aerobik
Gerakan Low Impact Aerobik


a)  Overhead press (gerakan ke arah atas),
b)  Press down (gerakan ke arah bawah), serta
c) Tricep ekstension (mengangkat siku ke atas sampai setinggi bahu dengan lengan menekuk. Kemudian, siku ditahan agar tidak bergerak sambil menekan lengan bawah ke samping).

4) Tendangan balik trisep. Pada hitungan 1, siku diangkat mengarah ke belakang. Ulurkan lengan bawah ke belakang. Kemudian, kembali ke posisi semula pada hitungan 2.
b. Low Impact Aerobik (LIA)

Low impact aerobic (LIA) merupakan senam aerobik yang dilakukan dengan irama yang lambat. Gerakan dasarnya adalah gerakan dasar jalan dan tanpa loncatan atau posisi kaki selalu berada di lantai. Gerakan dalam low impact aerobic ada beberapa jenis, di antaranya sebagai berikut.

1) Gerakan mengangkat lutut. Lakukan gerakan ini dengan 2 hitungan. Pada hitungan 1, lutut diangkat ke atas. Pada hitungan 2, kaki turun ke lantai.
2)  Gerakan jongkok. Posisi kaki di lantai, kemudian tekuk kedua lutut ke depan dada. Gerakan ini dapat dilakukan ke arah kanan atau kiri.
3)    Gerakan sentuh langkah kanan. Sentuhkan ibu jari kaki kanan atau tumit ke samping, depan, atau belakang. Kemudian, kembali ke tengah, dan tempatkan berat badan di kaki kiri.
4)    Gerakan langkah V. Langkahkan kaki kanan ke depan menyerong' ke kiri. Kemudian, kaki kiri ke depan menyerong ke kanan. Mundur, ke belakang dengan sudut yang sama dengan kaki kiri. Kemudian,, mundur dengan sudut yang sama dengan kaki kanan.

c.  Moderate Impact Aerobik (MIA)
Moderate impact aerobic (MIA) merupakan senam aerobik dengan irama sedang. Gerakannya adalah mengangkat tumit, tetapi jari kaki tetap berada di lantai. Gerakan ini seolah-olah melompat. Berikut ini adalah contoh dari gerakan moderate impact aerobic.
Gerakan Moderate Impact Aerobic
Gerakan Moderate Impact Aerobic

1) Gerakan menekan ke atas. Gerakannya dengan berdiri di atas ibu jari kaki. Kemudian, tekuk lutut sambil merendahkan tumit untuk kembali ke lantai.

2) Gerakan melompat. Menggerakkan telapak kaki dari ibu jari ke pusat tumit.

3)  Twist. Berdiri di lantai, lalu angkat tumit dari lantai. Gerakkan pinggul ke samping kiri dan kanan.

d. High Impact Aerobik (HIA)

High Impact Aerobic (HIA) merupakan senam aerobik dengan irama cepat. Gerakan dasarnya adalah gerakan kaki diangkat ke atas dari lantai. Jika gerakan high impact dilakukan dengan teknik-teknik yang tepat dan dikombinasikan dengan gerakan low dan moderate impact, gerakan tersebut akan aman, menyenangkan, serta mudah dilakukan.

Contoh gerakan high impact aerobic adalah sebagai berikut.


1) Lompat. Lompat sambil merenggangkan kedua kaki (kangkang), baik ke arah samping maupun ke arah depan dan belakang. Kemudian, mendarat pada hitungan 1. Kemudian, lompat dan satukan kembali kaki pada hitungan 2.

2) Loncat. Kedua kaki loncat, lalu mendarat secara bersamaan.

3) Gerakan mengangkat lutut. Pada hitungan 1, lutut kanan diangkat. Pada hitungan 2, kaki kanan mendarat. Kemudian, ulangi gerakan yang sama untuk lutut kiri. Gerakan dapat divariasikan dengan mengangkat kaki yang lain, seperti tendangan, gerakan hamstring meling-kar, atau tendangan ke belakang dilakukan dalam 2 hitungan.

4) Split. Yaitu, gerakan melompat dan mendarat dengan satu kaki di depan dan kaki lainnya di belakang. Kemudian, lakukan gerakan sebaliknya.

e.  Aerobik Dingklik

Gerakan aerobik dingklik hampir sama dengan low impact aerobic. Namun, gerakannya divariasikan dengan gerakan naik turun pada sebuah dingklik (bangku kecil). Berikut contoh gerakan aerobik dingklik.

1) Gerakan langkah A. Letakkan dingklik di lantai. Letakkan di samping kanan badan. Pada hitungan 1, kaki kanan naik secara menyamping ke dingklik. Kemudian, disusul kaki kiri pada hitungan 2. Pada hitungan 3, kaki kanan turun pada sisi kiri dingklik. Kemudian, disusul kaki kiri turun ke lantai. Ulangi gerakan itu dari arah yang berlawanan.

2) Gerakan jongkok. Dimulai dari posisi jongkok. Pada hitungan 1, kaki kanan naik ke atas dingklik, disusul kaki kiri pada hitungan 2. Kemudian, turun dari dingklik dengan kaki kanan, disusul kaki kiri, tanpa jongkok dalam 2 hitungan. Gerakan itu juga dapat dimulai dengan posisi jongkok dari lantai.

3) Lunge. Berdiri di atas dingklik. Pada hitungan 1, sentuhlah kaki kanan pada lantai ke arah belakang. Pada hitungan 2, kaki kanan kembali, ke atas dingklik. Lakukan pula hal yang sama pada kaki kiri dalam 2 hitungan.

4)  Gerakan langkah V. Berdiri di belakang dingklik. Naikkan kaki kanan secara melebar ke atas dingklik, disusul dengan kaki kiri dengan melebar. Turunkan kaki kanan pada titik atau posisi awal, disusul dengan kaki kiri.

f.  Latihan Meluncur
Latihan meluncur adalah gerakan menyamping dengan intensitas tinggi yang menyerupai gerakan meluncur. Gerakan ini dapat menggunakan sebuah papan luncur bersudut yang mempunyai bemper karet pada kedua ujungnya terbuat dari bahan plastik yang licin. Pesenam dapat juga menggunakan sepatu atau kaos kaki. Berikut ini adalah contoh dari gerakan meluncur.


1) Gerakan luncuran atletik (gaya merendah). Gerakan ini mirip dengan gaya dasar meluncur. Gerakannya adalah pinggul tetap merendah dan dilakukan dalam 2 hitungan ke kanan dan ke kiri. Kaki tetap dalam jarak yang lebar.

2) Gerakan cross country. Gerakannya dimulai dengan salah satu kaki ke depan seperti mendorong. Sementara kaki yang lain mendorong ke belakang. Gerakan ini dapat dilakukan dengan perlahan (2 hitungan) atau dengan cepat (1 hitungan).

3) Lunge. Gerakan ini dapat dilakukan secara menyamping atau ke belakang menghadap ke arah bemper. Pastikan agar lutut lebih maju daripada pergelangan kaki.

4) Gerakan meluncur jongkok. Gerakan ini adalah gerakan dasar meluncur dengan kaki kanan memimpin dalam 2 hitungan. Kemudian, berjongkok dalam 2 hitungan. Kemudian, dilanjutkan dengan kaki kiri.
DAFTAR ISI
  1. Pribahasa Menunjukan Sifat Yang Diturunkan Kepada Anak
  2. Pribahasa dalam Mengungkapkan Sesuatu Yang Memiliki Makna
  3. Pribahasa Dalam Bahasa Minang
  4. Kegiatan Wirausaha Kerajinan Budaya Nonbenda.
  5. Kata - Kata Motivasi Belajar
  6. Mengetahui Cara Produksi Budidaya Tanaman Pangan
  7. Buat Kamu Yang Cari Artikel Tentang Pramuka
  8. Berwirausaha Kerajinan Budaya Nonbenda
  9. Alat Pencernaan Pada Manusia
  10. Macam-macam Organ Penyusun Sistem Gerak Pada Manusia
  11. Pengertian Wirausaha Menurut Pakarnya
  12. Pemasaran Langsung Kerajinan dengan lnspirasi Budaya Nonbenda
  13. Kelainan dan Penyakit Pada Ginjal
  14. Majas atau gaya bahasa terdiri dari beberapa macam
  15. Bahan yang Digunakan pada Pembuatan Rendang
  16. Cabang Olahraga Atletik Lari Meraton
  17. Teknik Gerakan Lempar Cakram
  18. Olahraga Beladiri Pencak Silat
  19. Produk Teknologi Transportasi dan Logistik
  20. Mengasah Kreativitas dan Keterampilan Semenjak Sekolah
  21. Jenis-Jenis Zat Yang Berbahaya
  22. Cara Pemasaran dan Pengembangan Budidaya Tanaman Pangan
  23. Makna Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  24. Mengembangkan dan Mendalami Ilmu Tentang Tuhan
  25. Pengertian Iman Kepada Rasul, Tugas-Tugas Rasul, Nama-nama Rasul 
  26. Pengertian dan Ciri-ciri Sifat Munafik
  27. Pengertian, Ciri-ciri Dan Bahaya Sifat Takabur
  28. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Kebutuhan Hidup Manusia
  29. Pentingnya Mengetahui Binatang Yang Halal Dimakan dan Binatang Yang Haram Dimakan
  30. Puisi Reruntuhan Kedaton, Yang Dibungkus, Gunung Wurung, Demi Obituari 
  31. Surat Lamaran Kerja Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia
  32. Mengetahui Pengertian Dialog Interaktif
  33. Percakapan Berpamitan Dalam Bahasa Inggris
  34. Tugas Membuat Kerangka dan Sinopsis Novel
  35. Percakapan Bahasa Inggris - Indonesia Suasana Pagi Hari
  36. Memperkenalkan Diri Dalam bahasa Inggris
  37. Contoh Kata Sambutan Panitia Penyelenggara Maulid Nabi saw.
  38. Kata Sambutan Perwakilan Mempelai Putri
  39. Kata Sambutan Dari Perwakilan Calon Mempelai Pria
  40. Mencari Peluang Bisnis Sampingan Saat Sekolah
  41. Pengertian ekspor Ekspor dan Pemberitahuan Pabean Ekspor
  42. Adaptasi Organisme Terhadap Lingkungan
  43. Alat-Alat Ekskresi Yang Ada Pada Manusia
  44. Ciri-Ciri Lagu Daerah Nusantara seperti Bahasa Daerah, Alunan dan Melodi
  45. Ciri-ciri Negara Maju dan Negara Berkembang
  46. Wirausaha Modifikasi Makanan Khas Daerah
  47. Kewirausahaan Bahan Nabati Dan Hewani Menjadi Makanan Khas Daerah
  48. Wirausaha Kerajinan Bahan Lunak
  49. Perhitungan Biaya Makanan Awetan dari Bahan Nabati
  50. Sistem Pengolahan Makanan Awetan dari Bahan Nabati 
  51. Kewirausahaan dalam Bidang Pengolahan Bahan Makanan
  52. Perhitungan Biaya Budidaya Tanaman Pangan
  53. Penghitungan Biaya Produksi Produk Teknologi Transportasi dan Logistik
  54. Perencanaan Usaha Produk Teknologi Transportasi dan Logistik
  55. Bentuk-Bentuk Hubungan (Interaksi) Sosial
  56. Pengertian serta Contoh Adab Makan dan Minum
  57. Macam-macam Gaya dan Teknik Renang Mulai dari Gaya Punggung, Gaya Dada Serta Gaya Bebas
  58. Bagaimana Cara Untuk Presentasi Proposal Usaha Kerajinan Hias
  59. Unsur Estetika dan Ergonomis Produk Kerajinan Pakai dari Limbah
  60. Peluang Usaha Menyulap Ban Bekas Menjadi Produk Bemilai Ekonomis
  61. Pengelolaan Sumber Daya Produksi Usaha Kerajinan Pakai dari Limbah
  62. Kerajinan Tas dari Limbah Kemasan Kopi
  63. Isi Propoposal Yang Formal dan Penyebab Kegagalan Dalam Sebuah Proposal
  64. Jenis Gerakan Senam Lantai, Senam Ketangkasan, Senam Aerobik
  65. Sistem Hormon dan Kelenjer Endoktrin pada Tubuh Manusia
  66. Pengertian Kebugaran Jasmani dan Joging
  67. Gaya Remaja Yang Sehat
  68. Membuat Magnet dengan Induksi Magnetik
  69. Pengertian dan Aspek-aspek Dalam Pencak Silat
  70. Pengertian, Teknik Dasar dan Gaya Dalam Lempar Lembing
  71. Pengertian, Peralatan dan Lapangan Permainan Bulu Tangkis 
  72. Teknik Melempar Bola, Teknik Menangkap Bola, Teknik Membawa Bola dalam Permainan Bola Tangan
  73. Pengertian, Peralatan serta Lapangan Permainan Bola Tangan
  74. Wirausaha Kerajinan Tangan Dari Bahan Sabun
  75. Pembagian Seni terdiri dari Seni Audio, Seni Visual, Seni Audiovisual 
  76. Seni Bukan Sembarangan Seni, Melainkan Punya Fungsi dan Tujuan
  77. Seni Rupa Terdiri Dari Seni Murni, Seni Pakai, Seni Grafis, Seni Keramik, Desain Produk, Desain Arsitektur
  78. Setiap Daerah Memiliki Keunikan Seni Karya Tersendiri seperti Keunikan Tema, Keunikan Bentuk, Bentuk Figuratif, Bentuk Abstraktif, Bentuk Abstrak, Keunikan Makna
  79. Bentuk Gambar Seni Rupa, Bentuk Kubistis, Bentuk Piramid, Kerucut, Bulat, Tak Beraturan
  80. Kumpulan Cerita Legenda Rakyat Yang Berbekas
  81. Peralatan, Media Menggambar, Bidang Gambar, Pensil, Paster, Cat Air, Cat Poster, Pewarna Alam, Pewarna Kue, Palet, Kuas
  82. Seni Membatik dan Batik Rafa'iyah
  83. Zat Berbahaya yang Terkandung dalam Rokok
  84. Penyebab Terjadinya Kebakaran seperti Korsleting Listrik, Api Rokok, Kompor, Membakar Sampah, Obat Nyamuk Bakar, Bahan Peledak, Kecelakaan Kendaraan, Sambaran Petir dan Akibat Yang Ditimbulkan Kebakaran
  85. Penyebab dan Penanggulangan Bahaya Banjir
  86. Pengetahuan Mitos dan Genetika, Pembauran Genetika
  87. Kromosom dan Gen Sebagai Faktor Pembawa Sifat
  88. Tujuh Macam Jenis Kecerdasan
  89. Sistem indera Pada Manusia dan Hewan
  90. Sistem Koordinasi Dalam Tubuh Manusia Meliputi Sistem Saraf, Indera, Hormon
  91. Pengaruh Kehidupan Keluarga Dalam Pembinaan Nilai Moral
  92. Museum Wayang Di Jakarta
  93. Museum Seni Rupa dan Keramik di Jakarta
  94. Museum-Museum Milik Pemerintah DKI Jakarta
  95. Museum Nasional dan Museum Daerah
  96. Arti dan Kegunaan Museum
  97. Mengenal Tanda Kekerasan dan Pelecehan Seksual
  98. Memilih Sekolah Menurut Jenjang Pendidikan
  99. Contoh Tex Pidato MC Acara Ulang Tahun
  100. Konsep Naskah MC Acara Pengajian Rutin Bulanan 
  101. Naskah Untuk MC Acara Pernikahan (Walimatul 'Ursy)
  102. Peta Sumatera dan Berikut Provinsinya
  103. Naskah Pembawa Acara Maulid Nabi Muhammad SAW.
  104. Text Pidato Pedoman Untuk MC Walimatul Khitanan
  105. Pengertian, Hakikat, dan Macam-Macam Demokrasi
  106. Susunan Acara Perpisahan Sekolah 
  107. Makalah Tata Boga Lauk Pauk Khas Betawi 
  108. Pemeriksaan Dokumen dan Fisik Barang Ekspor
  109. Membaca Komponen Peta dan Atlas
  110. Sistem Ekskresi Manusia
  111. Belajar Karya Seni Kriya Indonesia
  112. Ekspresi Seni Rupa Terapan Daerah Setempat
  113. Teknik Teknik dalam Menggambar Bentuk
  114. Reproduksi atau Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif Alami dan Buatan
  115. Pengantar Komunikasi "Kebutuhan Promosi untuk Berkomunikasi"
  116. Perkembangan Komunikasi Jarak Jauh Melalui Satelit
  117. Ilmu Komunikasi Yang Perlu Dipelajari, Komunikasi sebagai Seni, Ilmu, dan Lapangan Kerja
  118. Ruang Lingkup Komunikasi, Pengertian Komunikasi
  119. Unsur-unsur Komunikasi Meliputi Sumber, Pesan, Media, Penerima, Pengaruh, Tanggapan Balik dan Lingkungan
  120. Tipe Komunikasi, Komunikasi dengan Diri Sendiri (Intrapersonal Communication)
  121. Komunikasi Antarpribadi (Interpersonal Communication)
  122. Komunikasi Publik (Public Communication), Komunikasi Massa (Mass Communication)
  123. Pemanfaatan Mikroorganisme dalam Bioteknologi, Kultur Jaringan (Tissue Culture), Hidroponik, dan Aeroponik
  124. Listrik Statis, Gaya Listrik, Muatan, Listrik, Elektroskop, Muatan Positif, Muatan Negatif
  125. Gaya Elektrostatis, Medan Listrik, Elektroskop 
  126. Gejala dan Penerapan Listrik Statis, Petir (halilintar), Ledakan atau kebakaran tangki minyak, Generator Van de Graaff, Penggumpal asap, Pengecatan mobil, Mesin fotokopi, Printer inkjet
  127. Listrik Dinamis, Muatan dan Arus Listrik, Kuat Arus Listrik
  128. Pengertian Teks Sastra dan Teks Nonsastra, Level Bahasa nonsastra, Menentukan Makna Kata/Kalimat pada Teks
  129. Pengertian, Fungsi, Model, Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM/HRIS)
  130. Definisi Permainan dan Olahraga Bola Besar, Sepak Bola, Hakikat Sepak Bola, Teknik Menendang Bola
  131. Safety Operation, Kepemimpinan Dalam K3LH, IBPR dan Job Safety Analysis
  132. Definisi Job Safety Analysis (JSA), Waktu Review JSA, Critical Activity pada aktivitas OB Management
  133. Rambu Peringatan, Rambu Larangan, Rambu Perintah,  Informasi Umum
  134. Definisi Supervisi, Target Supervisi Operasional
  135. Geologi Dasar, Pembentukan Batubara dan Kualitas Batubara
  136. Jenis Batuan, Batuan Sedimen, Batuan Metamorf, Batuan Malihan
  137. Pembacaan Peta, Fungsi Peta, Tujuan Pembuatan Peta, Macam-Macam Peta
  138. Dasar-Dasar Pemboran, Metode Pemboran
  139. Menelusuri Peradaban Awal di Kepulauan Indonesia
  140. Bagaimana Terbentuknya Kepulauan Indonesia, Proses Evolusi Bumi
  141. Mengenal Manusia Purba, Sangiran, Trinil, Jenis Meganthropus, Jenis Pithecanthropus, Jenis Homo, Manusia Wajak, Manusia Liang Bua, Perdebatan Antara Pithecantropus ke Homo Erectus
  142. Asal Usul dan Persebaran Nenek Moyang Bangsa Indonesia
  143. Puisi Tentang Keindahan Alam, Nyanyian Seorang Petani
  144. Perkembangan Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Penjajahan Jepang
  145. Pengertian dan Latar Belakang Munculnya Pergerakan Nasional Indonesia
  146. CONTOH CERPEN SELAMA PKL  DI PT. BINTANG TOEDJOE
  147. Perkembangan Awal Akuntansi,  Sejarah Akuntansi, Perkembangan Akuntansi Syariah, Hubungan antara Akuntansi Modern dan Akuntansi  Syariah
  148. Pengertian Anggaran, Perbendaharaan, dan Akuntansi
  149. Perguruan Tinggi mana yang Mendapatkan Gaji Tertinggi?
  150. Sejarah Masyarakat Betawi, Asal Nama Betawi, Orang Betawi, Mande-Mande, Wilayah Budaya Masyarakat Betawi,  Sejarah Kota Jakarta Sejak Berdirinya Pelabuhan Kelapa 
  151. Kerajaan-Kerajaan Bawahan di Jakarta dan Sekitarnya
  152. Peradaban Masyarakat Betawi dan Kedatangan Bangsa-Bangsa Lain Di Jakarta
  153. Humor Betawi
  154. Penjajahan Belanda dan Perlawanan Rakyat Jakarta
  155. Sejarah Pemberontakan Tanah Tinggi Tangerang 1924
  156. Sejarah Pemberontakan Petani dan Ratu Adil
  157. Pendekar Bangsa M. Husni Thamrin, Putera Betawi
  158. Tanggapan Media Tentang Muhammad Husni Thamrin
  159. Husni, Bung Karno, Tan Malaka dan Si Entong
  160. Cara Berpidato Yang Baik Dan Menggetarkan Audiens, Contoh Pidato Bahasa Indonesia
  161. Naskah Pidato Tauhid Dalam Islam
  162. Motivasi Penyemangat Belajar
  163. Memahami Pengertian Seni Rupa
  164. MAKALAH MIKROBIOLOGI DAN PARASITOLOGI PANGAN FERMENTASI COKELAT
  165. Pribahasa Dalam Kehidupan Sehari-hari, Nasehat, Peringatan, Tata Krama
  166. Pengertian, Tujuan, Manfaat, Fungsi Jenis-Jenis Teks Editorial
  167. Cara Mengamankan, Memelihara, Merawat Alat Tulis Kantor, Mesin, Komputer, Laptop, Printer, Scanner, Mesin Fotokopi, Meja Kantor
  168. Pengertian Media Pembelajaran, Manfaat Media Pembelajaran , Fungsi Atensi, Afektif, Kognitif, Kompensatoris, Tujuan Informasi, Audio Visual
  169. Pengertian Gambar Kerja | Fungsi Gambar Kerja | Tujuan Gambar Kerja
  170. Surat Pribadi, Surat Resmi, Surat Niaga, Surat Niaga Internal, Surat Niaga Eksternal, Surat Dinas, Surat Sosial, Surat Lamaran Pekerjaan, Surat Elektronik