Sejarah Ilmu Komunikasi di Dunia
Ilmu komunikasi merupakan salah satu disiplin ilmu yang berkembang sangat pesat dalam peradaban modern. Bidang ini mempelajari proses penyampaian pesan dari satu entitas ke entitas lain, baik secara langsung maupun melalui beragam media. Namun, jauh sebelum ilmu komunikasi menjadi disiplin akademik yang berdiri sendiri, praktik komunikasi sudah ada sejak manusia mulai hidup secara berkelompok. Dengan kata lain, sejarah ilmu komunikasi adalah perjalanan panjang peradaban manusia dalam mengembangkan cara menyampaikan ide, informasi, dan makna.
Perkembangan ilmu komunikasi tidak bisa dilepaskan dari evolusi teknologi, perubahan sosial, serta kemajuan ilmu pengetahuan lainnya. Sejarah panjang komunikasi dimulai dari percakapan sederhana antarindividu, berkembang menjadi sistem simbol, kemudian memasuki era media massa, hingga era digital yang didominasi internet dan teknologi informasi modern.
Narasi ini akan menjelaskan perjalanan panjang sejarah ilmu komunikasi dunia dari masa prasejarah hingga perkembangan teknologi komunikasi pada era kontemporer.
1. Jejak Awal Komunikasi pada Masa Prasejarah
Sebelum adanya bahasa lisan seperti sekarang, manusia purba menggunakan isyarat tubuh dan bahasa nonverbal untuk berkomunikasi. Penemuan lukisan gua seperti yang terdapat di Lascaux, Prancis, menjadi bukti bahwa manusia telah berusaha menyampaikan cerita dan pengetahuan secara visual sejak 30.000 tahun lalu.
Selain itu, penggunaan simbol untuk menandai wilayah atau menggambarkan aktivitas berburu juga merupakan bentuk awal komunikasi yang bertujuan menyampaikan informasi lintas waktu dan generasi.
Komunikasi pada masa ini lebih bersifat praktis dan fungsional: bertahan hidup, menjaga kelompok, dan berbagi pengetahuan dasar.
2. Lahirnya Bahasa sebagai Tonggak Sejarah Komunikasi
Sekitar puluhan ribu tahun lalu, bahasa lisan mulai terbentuk seiring perkembangan otak dan struktur vokal manusia. Bahasa memungkinkan penyampaian pesan lebih abstrak seperti cerita mitos, aturan sosial, hingga strategi perang. Bahasa kemudian menjadi fondasi utama bagi perkembangan budaya, agama, dan organisasi sosial.
Dengan bahasa, manusia dapat:
-
Mengatur kelompok dalam skala besar
-
Mewariskan pengetahuan dari generasi ke generasi
-
Membangun identitas sosial dan budaya
Bahasa menjadi teknologi komunikasi paling revolusioner yang pernah ditemukan manusia.
3. Sistem Tulisan dan Dokumentasi Informasi
Perkembangan berikutnya terjadi ketika manusia menciptakan sistem tulisan pada peradaban Mesopotamia dan Mesir kuno sekitar 3200 SM. Tulisan memungkinkan informasi tidak hanya diucapkan tetapi juga disimpan dan disebarkan dalam jarak dan waktu yang lebih luas.
Beberapa bentuk tulisan awal:
-
Piktograf dan hieroglif
-
Cuneiform
-
Tulisan alfabet di Mediterania
Tulisan memperkuat kontrol politik dan ekonomi karena pemerintah dapat mencatat pajak, perjanjian, serta undang-undang. Komunikasi menjadi semakin terstruktur dan administratif.
4. Bangkitnya Retorika di Yunani dan Romawi
Pada abad ke-5 SM, filsuf Yunani seperti Socrates, Plato, dan Aristoteles mulai mempelajari komunikasi sebagai bentuk seni berbicara di depan publik. Aristoteles menulis Rhetoric, karya monumental yang mengkaji seni persuasif dengan konsep ethos, pathos, dan logos.
Retorika menjadi dasar utama komunikasi publik terutama dalam konteks politik, hukum, dan pendidikan. Romawi kemudian memperkaya retorika melalui tokoh seperti Cicero dan Quintilian, yang sistematisasi dan praktiknya masih dipelajari hingga kini.
Ilmu komunikasi pada masa ini berkembang sebagai seni dan filsafat persuasi.
5. Komunikasi Massa Awal: Penemuan Mesin Cetak
Perkembangan komunikasi mengalami lompatan besar dengan penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg pada abad ke-15. Buku, surat kabar, dan pamflet dapat diproduksi dalam jumlah besar sehingga:
-
Informasi lebih cepat menyebar
-
Pendidikan dan literasi meningkat
-
Agama dan ilmu pengetahuan berkembang pesat
Revolusi ini menjadi pemicu transformasi masyarakat Eropa termasuk Reformasi Gereja, Renaissance, dan Revolusi Ilmiah. Komunikasi tidak lagi eksklusif milik kaum elite tetapi menjadi akses publik yang luas.
6. Revolusi Industri dan Komunikasi Modern
Memasuki abad ke-18 hingga 19, Revolusi Industri membawa inovasi komunikasi telekomunikasi seperti:
-
Telegraf (Samuel Morse)
-
Telepon (Alexander Graham Bell)
-
Radio (Guglielmo Marconi)
-
Fotografi dan film
Media-media baru ini mengubah cara manusia berinteraksi dan menerima informasi. Komunikasi tidak lagi membutuhkan kontak fisik.
Perang dunia pada abad ke-20 menunjukkan pentingnya propaganda dan komunikasi politik dalam mempengaruhi opini publik secara masif.
7. Lahirnya Ilmu Komunikasi sebagai Disiplin Akademik
Ilmu komunikasi sebagai bidang ilmiah berkembang pesat pada awal abad ke-20. Banyak teori lahir dari kebutuhan untuk memahami komunikasi massa, terutama setelah munculnya radio dan televisi.
Beberapa tokoh penting:
-
Harold Lasswell dengan model komunikasi 5W (Who Says What Through Which Channel To Whom With What Effect)
-
Claude Shannon dan Warren Weaver dalam teori matematis komunikasi
-
Paul Lazarsfeld dengan kajian efek media dan komunikasi dua langkah (Two-Step Flow)
-
Wilbur Schramm disebut “Bapak Ilmu Komunikasi” yang memadukan psikologi, sosiologi, dan media dalam kajian komunikasi
Pada masa ini, ilmu komunikasi mulai mengkaji berbagai aspek seperti publisitas, opini publik, propaganda, dan media massa.
8. Komunikasi Antarpribadi dan Psikologi Sosial
Selain fokus pada efek media, para akademisi juga mulai meneliti komunikasi dalam interaksi manusia sehari-hari. Tokoh seperti Irving Goffman mengembangkan teori dramaturgi yang melihat komunikasi sebagai pertunjukan sosial.
Komunikasi antarpribadi berperan penting dalam:
-
Pembentukan identitas diri
-
Dinamika kelompok
-
Kepemimpinan organisasi
-
Konflik dan negosiasi
Ranah ini kemudian melahirkan kajian komunikasi organisasi, komunikasi keluarga, dan komunikasi lintas budaya.
9. Kemunculan Media Baru: Era Komputer dan Internet
Akhir abad ke-20 hingga awal abad ke-21 ditandai oleh revolusi digital. Komputer, ponsel, dan internet melahirkan media baru seperti:
-
Email
-
Website
-
Media sosial
-
Platform streaming
-
Aplikasi pesan instan
Karakter media baru yang interaktif dan real-time mengubah komunikasi dari yang bersifat satu arah (one-to-many) menjadi dua arah bahkan banyak arah (many-to-many).
Konsep seperti global village dari Marshall McLuhan semakin nyata: dunia terasa tanpa batas informasi.
10. Teori Media Baru dan Perubahan Masyarakat
Dalam perkembangan teori komunikasi modern, beberapa fenomena baru muncul:
-
Konvergensi media: integrasi berbagai platform menjadi satu (misalnya smartphone)
-
User-generated content: setiap individu dapat menjadi produsen informasi
-
Algoritma: menentukan apa yang kita lihat di media sosial
-
Ekonomi perhatian: perhatian manusia menjadi komoditas utama
Penelitian komunikasi kini banyak mengulas bagaimana teknologi mengubah perilaku manusia, identitas digital, serta dinamika politik global.
11. Globalisasi dan Komunikasi Lintas Budaya
Globalisasi menyebabkan komunikasi antarnegara meningkat. Isu lintas budaya menjadi penting dalam:
-
Diplomasi internasional
-
Bisnis multinasional
-
Migrasi dan hubungan etnik
-
Media transnasional
Teori komunikasi kini memperhatikan keberagaman budaya, norma, dan interpretasi makna dalam interaksi global.
12. Komunikasi Politik dan Kekuatan Media Massa
Dari debat televisi pertama Kennedy vs Nixon, hingga kampanye presiden modern yang menggunakan media sosial, komunikasi politik terus berubah.
Media berperan dalam:
-
Membentuk opini publik
-
Menentukan isu yang dianggap penting (agenda setting)
-
Memengaruhi arah politik negara
Di era digital, kampanye politik semakin bergantung pada big data, microtargeting, dan strategi komunikasi berbasis algoritma.
13. Perkembangan Etika dan Regulasi Media
Seiring kemajuan media, isu etika juga semakin kompleks:
-
Hoaks dan misinformasi
-
Privasi digital
-
Kekerasan dan seksualitas dalam media
-
Monopoli media global
-
Keamanan data pengguna
Bidang ini melahirkan regulasi serta kajian kritis dalam ilmu komunikasi seperti teori ekonomi politik media dan kajian budaya (cultural studies).
14. Komunikasi dalam Perspektif Ilmiah Multidisipliner
Ilmu komunikasi tidak berdiri sendiri. Banyak ilmu lain berkontribusi terhadap perkembangannya:
| Ilmu Terkait | Kontribusi |
|---|---|
| Psikologi | Persepsi, sikap, dan perilaku komunikasi |
| Sosiologi | Struktur sosial dan hubungan antar kelompok |
| Antropologi | Komunikasi budaya dan ritual |
| Ilmu Politik | Propaganda, diplomasi media |
| Teknologi Informasi | Media digital dan telekomunikasi |
Karena itulah ilmu komunikasi dikenal sebagai disiplin multidisipliner yang selalu berkembang.
15. Masa Depan Ilmu Komunikasi
Melihat tren yang ada, masa depan ilmu komunikasi diperkirakan akan lebih fokus pada:
-
AI Communication: interaksi manusia dengan kecerdasan buatan
-
Virtual Reality dan Metaverse
-
Komunikasi Data dan Big Data Analytics
-
Cyber Psychology
-
Komunikasi Mesin-ke-Mesin (IoT)
Meski teknologi berkembang pesat, inti komunikasi tetap sama: bagaimana manusia membangun makna dan hubungan sosial.
Kesimpulan
Sejarah ilmu komunikasi adalah perjalanan panjang dari gestur sederhana manusia purba hingga jaringan informasi global yang sangat kompleks. Perkembangannya menunjukkan bahwa komunikasi selalu menjadi elemen penting dalam kehidupan manusia.
Dari retorika kuno hingga komunikasi digital modern, ilmu komunikasi terus berkembang seiring perubahan teknologi dan masyarakat. Disiplin ini kini bukan hanya mempelajari media atau penyampaian pesan, tetapi juga memahami perilaku manusia, dinamika kekuasaan, dan identitas budaya dalam interaksi global.
Komunikasi adalah jantung dari peradaban—tanpa komunikasi, tidak akan ada koordinasi, tidak ada pendidikan, tidak ada pemerintahan, dan tidak ada kemajuan.
